Kisah Belasan ABK WNI yang Jadi Budak di Atas Kapal China
Ada 15 ABK WNI yang diturunkan kapal penangkap ikan China di Busan, Korea. Satu meninggal di RS Busan. 14 lainnya, dikarantina. Kisah mereka di atas kapal, diangkat MBC News, Korsel.
BUSAN, BUKAMATA - Sebuah kapal berbendera China, merapat ke perairan Korea Selatan. Kapal penangkap ikan Long Xin 629 itu, terekam sedang melarung jenazah ABK. Seorang WNI.
Di atas kapal itu ada 15 ABK WNI. Satu di antaranya sakit keras dan meninggal di RS Busan, Korea Selatan. Dia mengeluh kakinya bengkak, lalu sesak napas dan meninggal.
ABK WNI itu lalu dikarantina. Mereka kemudian menyerahkan rekaman ke stasiun TV MBC Korea Selatan dan menceritakan perlakuan tidak manusiawi yang mereka terima di atas kapal.
MBC melakukan investigasi, dan menayangkan berita itu dengan judul; "18 jam sehari kerja ... jika sakit dan tersembunyi, buang ke laut".
Adalah Jang Hansol, seorang youtubers asal Korea yang pernah tinggal di Indonesia, menerjemahkan berita itu dalam youtubenya. Dia menyebutkan, bahwa belasan ABK WNI itu dipaksa bekerja 18 jam. Dari 30 jam bekerja, mereka hanya kebagian istirahat 6 jam.
Mereka juga minum air laut yang disaring. Air mineral hanya boleh dikonsumsi oleh ABK asal China. Saat terima gaji, mereka cuma diberi USD130 (Rp2 juta) selama 13 bulan bekerja.
Mereka tak bisa lari. Pasalnya ada perjanjian kerja yang sudah mereka tandatangani.
Di MBC News juga disebutkan nama ABK WNI yang sudah meninggal di atas kapal dan mayatnya dibuang ke laut. Ada tiga ABK WNI yang meninggal dunia dan jenazahnya dilarung ke laut. Mereka yang meninggal dunia, disebutkan MBC News,bernama Ari (24), Alfata (19), dan Sepri (24). ABK awalnya mengeluh kepada rekannya bahwa dia merasakan mati rasa dan bengkak pada kakinya, sulit bernapas, dan akhirnya meninggal dunia.
Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi menuturkan, 14 ABK WNI yang tersisa tersebut, telah didampingi pengacara pro bono Korsel untuk mengadukan eksploitasi di kapal China itu ke aparat Korsel. Siang ini, KBRI Seoul, 14 ABK WNI itu, dan aparat penjaga pantai (coast guard) Korsel akan bertemu untuk membicarakan tindak lanjut dari aduan itu.
"Kami di KBRI Seoul tentu terus memberikan perhatian serius kepada masalah-masalah seperti ini," kata Umar.
ABK yang meninggal di RS Busan, kata Umar, juga akan dipulangkan secepatnya ke tanah air.
News Feed
Serap Aspirasi Warga Ujung Pandang, Ridwan Wittiri Tekankan Pemutakhiran Data Bansos
01 Februari 2026 17:46
Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Sejumlah Kendaraan di Jalan Tupai Makassar
01 Februari 2026 14:50
Tuntut Pemekaran, Begini Kemampuan Fiskal Empat Daerah di Luwu Raya
01 Februari 2026 10:33
Puluhan Ribu Warga Ikuti Jalan Sehat PSI di Makassar, Kaesang: Politik Harus Menyenangkan!
01 Februari 2026 10:24
Berita Populer
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 17:46
