Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Sudah 9 warga Parepare kena Covid-19. Satu dari klaster Lambelu, yang 8 lainnya dari klaster Kapurung.
PAREPARE, BUKAMATA - Wali Kota (Walkot) Parepare Taufan Pawe risau. Wilayahnya masuk zona merah penyebaran virus corona atau Covid-19. Itu kata dia, disebar dua klaster, klaster Lambelu dan klaster Kapurung.
Data dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Parepare, hingga hari ini terdata ada 9 warga yang positif terinfeksi COVID-19. Masing-masing 1 orang dari klaster Lambelu dan 8 orang lainnya dari klaster kapurung.
Taufan menyebutkan, klaster Lambelu dan klaster kapurung muncul karena terjadi transmisi lokal. Dia meminta masyarakat berperan memutus rantai penyebaran dengan tetap di rumah.
"Sedapat mungkin kita putus mata rantai penyebarannya, klaster kapurung bermula dari Perumahan Lompoe Mas saat pemilik rumah AH mengundang kerabatnya makan kapurung bersama. Sekarang satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak positif dan menyebar hingga menjangkiti 8 orang," tuturnya.
Meski masuk zona merah penyebaran virus Corona (COVID-19), Taufan mengaku belum akan mengajukan usul penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
"Kondisi sekarang ini sangat mencekam, namun kami belum akan mengajukan PSBB, banyak pertimbangan yang harus dipikirkan secara matang-matang sebelum mengajukannya ke Kementerian Kesehatan," kata Taufan.
Dia mengharapkan warganya disiplin menerapkan protokol WHO.
"Protokoler dari WHO mengatakan virus Corona makanan empuknya adalah orang yang berkumpul banyak, namun ada masyarakat yang sepertinya tidak ingin patuh atas kondisi faktual sekarang ini, kerja maksimal Tim Gugus cukup komprehensif, tapi upaya kita tidak bisa memprediksi datangnya virus jahat ini," katanya.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33