Redaksi
Redaksi

Rabu, 29 April 2020 11:37

Putu Purnamianti saat ditemukan tergantung di kamar indekosnya.
Putu Purnamianti saat ditemukan tergantung di kamar indekosnya.

Sebelum Gantung Diri Mahasiswi Lutim Menangis Terima Telepon dari Orang Tua

Sebelum gantung diri, mahasiswi asal Luwu Timur, Putu Purnamianti menangis usai menerima telepon dari orang tuanya.

MAKASSAR, BUKAMATA - Selasa, 28 April 2020. Sekitar pukul 21.00 Wita. Ni Luh Lestari bergegas ke indekos Putu Purnamianti (20), di Jalan Perintis Kemerdekaan VII, Tamalanrea, Makassar.

Mahasiswi STMIK Dipanegara itu tak mengangkat ponselnya, saat dihubungi Ni Luh untuk kuliah online. Sudah dua hari, sejak Senin, 27 April.

Di indekos korban, Ni Luh mencium bau tak sedap. Dia meminta seorang penjaga kos bernama Laode untuk menemani. Dia mengintip dari jendela. Ni Luh melihat tubuh sahabatnya itu tergantung di seutas kain berwarna putih. Posisinya menghadap ke tembok.

Ni Luh bilang, korban sempat terlibat pertengkaran dengan orang tuanya sebelum meninggal dunia. Korban, kata Ni Luh, sempat menangis usai menerima telepon dari orang tuanya.

"Ini anak (korban) bermalam di rumah dari Senin sampai Jumat, pas Jumat malam orang tuanya menelepon kemudian dia menangis tidak tahu apa dia bicarakan. Saya cek dia bilang tidak kenapa-kenapa, saya dengar orang tuanya marah jadi saya tidak berani, orang tuanya sempat bicara ke om saya dan saya tidak jelas lagi," kata Ni Luh.

Kaur Doksik Biddokkes Polda Sulsel dr Ridho bilang, petugas melakukan rapid test kepada jenazah. Hasilnya, korban negatif Corona.

"Di TKP kami temukan jenazah tergantung, kematian diperkirakan dua hari jadi terjadi proses pembusukan lebih lanjut. Dari hasil rapid test meski agak susah, hasilnya negatif hingga kami beranikan bahwa ini penyebabnya bukan COVID-19," ujar Ridho, Rabu (29/4/2020).

Polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Jadi kami lakukan visum luar, kami tidak temukan tanda-tanda kekerasan lain kecuali ada jejas di leher yang perkuat dugaan kita yang bersangkutan meninggal karena ada jeratan di leher akibat penggantungan. Dia gunakan seutas kain," jelas Ridho.

Di sekitar korban, tim forensik juga mendapati selembar surat milik korban dan telah diserahkan kepada penyidik Polsek Tamalanrea.

"Ada tadi kami amankan surat, kami belum jelas sudah diserahkan ke penyidik," tutur Ridho seperti dikutip Detik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Gantung diri #Bunuh diri

Berita Populer