Redaksi : Kamis, 23 April 2020 14:24
Kit ban pembnuhan di apartemen Surabaya saat diberi garis polisi.

SURABAYA, BUKAMATA - Motif pembunuhan Ika Puspita Sari (36) di Apartemen Puncak Permai Surabaya, akhirnya terungkap, Pembunuhnya Ahmad Junaidi (20), seorang pemuda asal Sampang, Madura.

Motifnya layanan seks. Ahmad Junaidi enggan membayar usai mendapat layanan seks dari korban. Mereka lalu cekcok. Dengan sebilah senjata tajam, Ahmad Junaidi menggorok leher korban hingga tiga kali.

Dia lalu kabur. Meski terluka parah dan hanya mengenakan celana dalam, korban mengejar hingga kehabisan darah. Korban pun tersungkur di lobi service lift Lantai 8 Tower A Apartemen Puncak Permai Surabaya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran mengakui penangkapan tersebut.

"Iya benar sudah kami tangkap kemarin," kata Sudamiran, Kamis (23/4/2020).

Meski begitu, perwira dua melati di pundak itu masih enggan membuka identitas dan motif pelakunya.

"Masih jalani pemeriksaan penyidik. Kita tunggu dulu ya," singkatnya.

Sementara motif yang berkembang di lapangan, korban menagih uang usai melakukan transaksi layanan seks bersama pelaku.

"Karena pelaku ini gak mau bayar, terus korban ngamuk. Pelaku akhirnya sampai tega (membunuh) dan barang-barang korban dibawa kabur," ujar salah satu sumber.

Disinggung hal tersebut, polisi masih belum mengkonfirmasi kebenaran informasi di lapangan yang mengarah pada profesi korban sebagai pekerja seks komersial.

Sebelumnya, pembunuhan itu diduga terjadi pada Rabu, 22 April 2020, dinihari. Di Apartemen Puncak Permai Tower A, Surabaya. Usai menyayat leher Ika Puspita Sari (36) dengan senjata tajam, pelaku kabur.

Namun, korban yang saat itu hanya mengenakan celana dalam, berusaha mengejar pelaku. Meski darah bercucuran dari luka yang menganga di lehernya. Dia terus mengejar pelaku ke arah lift.

Hingga di depan lift, korban ambruk kehabisan darah. Dia pun mengembuskan napas terakhir.

Di antara ceceran darah, tampak bekas jejak-jejak kaki korban, dalam usaha menangkap pembunuh dirinya. Jejak-jejak kaki itu berujung di depan lift.

Ika ditemukan tewas bersimbah darah dalam kondisi hanya mengenakan baju atasan dan celana dalam di depan lift pada Rabu (22/4/2020) pagi.

Dari hasil olah TKP dan identifikasi, polisi dari Satreskrim Polrestabes Surabaya, menemukan tiga luka sayat di bagian leher korban yang diduga dari senjata tajam.

Setelah melakukan sederet penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi serta mengamankan alat bukti petunjuk, Satreskrim Polrestabes Surabaya menyebut jika wanita asal Genuk, Semarang, Jawah Tengah itu, adalah korban pembunuhan.

Di kamar apartemen korban, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya dompet warna hitam, jaket warna merah, handuk warna biru, celana jeans warna biru, gantungan baju waran hitam, bekas putung rokok, kaleng bekas merek bear breand dan bekas potongan rambut. Selain itu, polisi juga menyita rekaman CCTV yang terpasang di sekitar TKP.

Setelah mengidentifikasi pelaku, Satreskrim Surabaya pun berhasil membekuknya. Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran membenarkan. Hanya saja dia belum mau mengungkap motif juga identitas pelaku. Dia cuma bilang, pelakunya masih diperiksa intensif penyidik.