Redaksi : Kamis, 23 April 2020 12:41
Sitti Fatimah bersama putranya Fathir saat menerima bantuan dari Kombes Makassar.

MAKASSAR, BUKAMATA - Hidup si yatim, Muhammad Fatir (9) bersama ibu dan tiga saudaranya yang lain cukup memilukan.

Lima bulan lalu, karena tak mampu bayar uang kontrakan, mereka harus rela pindah dari rumah kontrakannya di Jalan Abubakar Lambogo dan menumpang di sebuah bangunan darurat yang belum rampung dan sering tergenang banjir, di wilayah pengembang Goseng Indah Jalan Perintis Kemerdekaan Tamalanrea, Kota Makassar.

Sitti Fatimah (44), ibunda Fatir mengatakan, sejak pindah, anaknya yang masih usia sekolah kerepotan dan dua orang di antaranya harus putus sekolah.

"Anak saya yang kembar duduk di Kelas 1 SMK, terpaksa putus sekolah dan dua orang lainnya yang masih SD sudah jarang masuk sekolah, karena jauh dan terkendala biaya transportasi ke sekolah asalnya di Bara-Baraya," urainya dengan mimik sedih.

Perempuan ini menambahkan, untuk menyambung hidup setelah suaminya meninggal di tahun 2017 akibat serangan jantung, ia bekerja sebagai tukang cuci.

"Kami bersyukur masih ada yang memberikan bangunannya untuk ditinggali, meskipun kondisinya sangat memprihatinkan. Tak ada WC dan tergenang kalau hujan, " lanjutnya.

Inilah realita kondisi salah satu warga rentan Kota Makassar, ketika Pengurus Kombes, Suryadi Yamin berkunjung dan menyerahkan paket bantuan ala kadarnya di tempat tinggalnya, Kamis (23/04/2020).

"Semoga ada pendampingan dari pihak terkait agar keluarga ini bisa hidup lebih layak, " ujarnya singkat.