Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
MUI Pusat turut berduka cita atas meninggalnya warga yang meninggal saat sedang menunaikan salat Jumat.
BUKAMATA - Seorang pria meninggal dunia saat sedang melaksanakan salat Jumat di masjid kawasan Kemang, Kabupaten Bogor.
Jenazah dievakuasi dengan protap virus Corona. Korban diketahui bernama Odang. Lokasi kejadian berada di Kampung Semplak Kaum, Desa Semplak Barat, Kemang.
"Lagi salat (meninggal). Itu baru beres dievakuasi. Lagi salat (korban)," kata Kapolsek Kemang, Kompol Agus Suyandi.
Terkait insiden itu, MUI Pusat turut berduka cita atas meninggalnya warga yang meninggal saat sedang menunaikan salat Jumat.
Sekjen MUI Anwar Abbas mengingatkan perihal pentingnya menjaga jarak atau physical distancing selama penanganan wabah virus Corona (COVID-19).
"Kita sangat berduka dengan adanya jemaah yang meninggal di saat salat Jumat tersebut. Tapi kita juga prihatin mengingat masih banyaknya masyarakat yang memiliki kesadaran yang rendah terhadap arti pentingnya kita melakukan physical distancing," kata Anwar, Minggu (19/4/2020).
Anwar pada dasarnya memahami psikologis umat yang tidak bisa melaksanakan salat Jumat. Namun, dia mengingatkan kembali bahwa selama wabah Corona menjalar di Indonesia, umat muslim bisa mengganti salat Jumat dengan salah zuhur.
"Saya memahami bagaimana beratnya bagi seorang muslim yang baik untuk tidak melaksanakan salat Jumat di masjid sebagaimana biasa. Tetapi yang harus kita ketahui juga agama kan juga memberi ruang kepada kita untuk tidak salat Jumat karena ada wabah yang mudah menular dan sangat berbahaya asal kita mengganti salat Jumat tersebut dengan salat zuhur," ujar Anwar dilasnir Detikcom.
Anwar berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya physical distancing selama penanganan wabah virus Corona meningkat. Dengan begitu, sebut dia, pemutusan mata rantai virus Corona akan lebih cepat.
"Mudah-mudahan ke depan tingkat kesadaran masyarakat akan arti pentingnya physical distancing akan semakin tinggi sehingga kita bisa memutus mata rantai penularan virus Corona ini bisa lebih cepat, sehingga kehidupan kita bisa normal kembali seperti semula," harapnya.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 17:46