Redaksi
Redaksi

Sabtu, 18 April 2020 08:53

Desmaizar alias Ade
Desmaizar alias Ade

Nangis-nangis di Depan Penyidik, Ini Alasan Ade Doakan Perawat Kena Corona

Seorang pria ditangkap polisi setelah mengunggah ujaran kebencian di akun facebook istrinya, mendoakan perawat kena corona.

PAYAKUMBUH, BUKAMATA – Desmaizar alias Ade (41), berubah-ubah saat memberikan keterangan kepada penyidik Polres Payakumbuh, soal motifnya mendoakan paramedis agar terkena virus Corona.

Sebelumnya, dia bilang, menyimpan sakit hati karena mendapat perlakuan buruk seorang perawat.

Namun kini, Ade mengaku frustrasi lantaran tidak memiliki pekerjaan dan iri melihat tenaga medis yang mendapat insentif dari pemerintah sehingga terdorong menuliskan doa buruk kepada perawat.

“Karena dia melihat iklan di TV bahwa dokter dan perawat ‘Biar kami yang bekerja, kamu di rumah saja’. (Tagihan) bank tetap bayar, kredit motor tetap bayar. Enak saja dokter dan perawat, nyuruh kami di rumah, emangnya gaji kamu (dokter/perawat) mau dikasih kan ke kami’, begitu omongannya,” ujar Kapolres Payakumbuh AKBP Donny Setiawan, dilansir Nesiatimes.

AKBP Donny menyebut pelaku sempat kesal karena tak mendapat bantuan dari pemerintah. Dia pun meluruskan, Ade sebelumnya merupakan seorang buruh harian lepas, bukan pedagang.

“Karena tidak dapat bantuan. Gaji Rp100 ribu per hari, kerja buruh harian lepas. Anak 5, istri nggak kerja. Intinya, pelaku jengkel dengan pemerintah. Iri dengan dokter dan perawat karena dapat bantuan. Dia menilai rakyat kecil nggak dapat bantuan, nggak ada santunan,” ujar Donny.

“Itu (cerita pengalaman perlakuan buruk dari perawat) alibi ternyata. Ini dia sudah ngaku (motif mendoakan paramedis terkena Corona), nangis-nangis di ruangan,” kata Donny.

Donny menerangkan Ade sudah dua pekan tak bekerja. Biasanya dia bekerja karena diajak teman-temannya.

“Sudah nganggur dua minggu, kerja buruh harian pekerjaan irigasi. Itu kalau ada temannya yang ngajak. Dia frustrasi tak bekerja dan tak mendapat bantuan,” ucapnya.

Sebelumnya, Ade ditangkap polisi pada Senin (13/4) lantaran menuliskan doa agar makin banyak paramedis yang terinfeksi virus Corona. Pria tersebut menuliskan kata-kata yang mengandung ujaran kebencian di akun Facebook sang istri. Tulisan itu berbunyi ‘Semoga makin bnyk Dokter dan Perawat jadi korban Corona ko,, dan smkin bnyk urg yg menolak untuak dmakam kan di bumi alloh ko,,sbb ksombongan itu pkaian setan,, bukan pkaian manusia,,,jadi kalau setan tu mati,,ndk Ado hak nyo bkubua d bumi Allah ko doh,,’ di akun Facebook Nola Bundanya Asra

Penangkapan ini ilakukan karena laporan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Payakumbuh dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Payakumbuh. Postingan Ade tersebut viral pada Minggu (12/4). Ade pun sebelumnya sempat menyusun drama seolah akun Facebook istrinya diretas. Bahkan dramanya disempurnakan dengan laporan polisi palsu ke Polsek Luhak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Hina Perawat