Redaksi
Redaksi

Selasa, 14 April 2020 10:57

Presiden Jokowi bersama Andi Taufan Garuda Putra (kanan). (Sumber: Biro Pers Setpres).
Presiden Jokowi bersama Andi Taufan Garuda Putra (kanan). (Sumber: Biro Pers Setpres).

Ketahuan Surati Camat Minta Perusahaannya Didukung Lawan Corona, Stafsus Jokowi Minta Maaf

Ketahuan ada surat ke camat yang meminta agar perusahaannya dibantu menangani Covid-19, Stafsus Presiden meminta maaf.

JAKARTA, BUKAMATA - Sebuah surat berkop Sekretariat Kabinet beredar. Ditujukan kepada para camat, untuk mendukung pelaksanaan program relawan desa lawan COVID-19. Surat itu dikirim Staf khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi), Andi Taufan Garuda Putra.

Ketahuan atas beredarnya surat itu, Andi Taufan meminta maaf dan menarik kembali surat tersebut.

"Saya mohon maaf atas hal ini dan menarik kembali surat tersebut," kata Andi dalam keterangan tertulis yang dikutip dari Detik, Selasa (14/4/2020).

Surat bernomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 itu dikeluarkan 1 April 2020 lalu. Dalam surat itu disebutkan, ada kerja sama dengan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) yang akan berpartisipasi dalam menjalankan program relawan desa lawan COVID-19 di Sulawesi dan Sumatera. Andi Taufan sendiri diketahui sebagai pendiri dan CEO Amartha.

Dijelaskan juga mengenai cakupan komitmen bantuan yang akan diberikan, yaitu edukasi COVID-19 dan pendataan kebutuhan APD di Puskesmas. Atas hal itu, Andi pun meminta bantuan dukungan perangkat desa, agar pelaksanaan program kerja sama itu berjalan dengan efektif.

Namun selang beberapa hari, surat Andi Taufan tersebut menuai sorotan. Andi pun memberikan penjelasan.

"Perlu saya sampaikan bahwa surat tersebut bersifat pemberitahuan dukungan kepada program Desa Lawan COVID-19, yang diinisiasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Maksud saya ingin berbuat baik dan bergerak cepat untuk membantu mencegah dan menanggulangi COVID-19 di desa, melalui dukungan secara langsung oleh tim lapangan Amartha yang berada di bawah kepemimpinan saya," kata Andi.

Andi mengatakan, dukungan yang diberikan untuk program relawan desa lawan COVID-19 itu tanpa menggunakan APBN. Dia pun berjanji untuk terus berkontribusi dalam melawan Corona.

"Dukungan tersebut, murni atas dasar kemanusiaan dan dengan biaya Amartha dan donasi masyarakat, yang akan dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel. Dukungan yang diberikan dilakukan tanpa menggunakan anggaran negara, baik APBN maupun APBD. Saya akan terus bergerak membantu Pemerintah dalam menangani penyebaran COVID-19. Bekerja sama dan bergotong royong dengan seluruh lapisan masyarakat, baik Pemerintah, swasta, lembaga dan organisasi masyarakat lainnya untuk menanggulangi COVID-19 dengan cepat," kata Andi.

"Sekali lagi terima kasih dan mohon maaf atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang timbul. Apa pun yang terjadi, saya tetap membantu desa dalam kapasitas dan keterbatasan saya," pungkas Andi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Presiden Jokowi #Stafsus Jokowi #Covid-19

Berita Populer