Ulfa
Ulfa

Jumat, 10 April 2020 19:12

IST.
IST.

Angka Kematian Menurun, Lockdown di Italia dan Spanyol Dinilai Berhasil

Italia dan Spanyol disebut sukses dalam menerapan Lockdown. Itu setelah angka pasien positif corona di kedua negara tersebut menurun.

BUKAMATA - Angka kematian akibat virus corona menurun setelah penerapan lockdown atau karantina wilayah yang diambil pemerintah Italia dan Spanyol.

Italia mencatatkan jumlah kematian harian terkecil dalam dua minggu terakhir. Laporan pada 5 April 2020 mencatat bahwa Italia ‘hanya’ mendapatkan 525 kematian baru di hari tersebut, hampir dua kali lebih kecil ketimbang jumlah kematian puncak pada 27 Maret yang tembus hingga 919 orang.

Italia sendiri resmi melakukan lockdown pada 9 Maret 2020 lalu. Pemerintah negara tersebut kemudian memperpanjang masa karantina wilayah hingga 13 April 2020, setelah melihat protokol tersebut mulai memberikan dampak.

“Kita tidak boleh mengacaukan sinyal positif pertama dengan sinyal ‘semua sudah selesai’. Data menunjukkan bahwa kita berada di jalan yang benar dan keputusan drastis membuahkan hasil,” kata Menteri Kesehatan Italia, Roberto Speranza.

Peringatan yang disampaikan oleh Speranza memang benar. Italia masih mencatat penambahan jumlah kasus harian di atas 4.000 kasus dalam 7 hari terakhir. Meski demikian, catatan tersebut memiliki tren menurun ketimbang jumlah kasus harian baru dalam beberapa minggu sebelumnya.

Sama seperti Italia, Spanyol juga mencatat tren penurunan jumlah kasus harian virus corona. Pada 5 April 2020, Spanyol ‘hanya’ mencatat tambahan 5.478 kasus baru, jauh lebih baik ketimbang puncaknya pada 26 Maret 2020 lalu, yang kasus virus corona harian mencapai 8.271 orang.

Menurut laporan The Guardian, kematian terkait COVID-19 di Spanyol telah menurun dalam empat hari berturut-turut. Menurut angka yang dirilis pada Senin (6/4), Spanyol mencatat 637 kematian dalam 24 jam terakhir.

Jumlah tersebut merupakan yang terendah dalam hampir dua minggu terakhir. Sebelumnya, menurut data yang dihimpun Worldometer, Spanyol mencatatkan rekor kematian COVID-19 tertinggi dengan jumlah korban capai 961 jiwa pada Kamis (2/4).

Pemerintah Spanyol sendiri telah memberlakukan lockdown atau karantina wilayah pada 14 Maret lalu, dan akan berlangsung hingga 25 April 2020. Negeri Matador itu dilaporkan ada lebih dari 40.000 pasien COVID-19 telah dipulangkan dari rumah sakit. Jumlah tersebut hampir 30 persen dari semua kasus penyakit yang dikonfirmasi sejumlah 135.032 orang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Virus Corona #Italia #Spanyol #lockdown

Berita Populer