TERNATE, BUKAMATA - Pemeriksaaan rapid test dilakukan terhadap 49 warga Jemaah Tabligh (JT) yang baru tiba dari luar Ternate, Maluku Utara. Mereka diketahui, baru-baru ini mengikuti acara Ijtima' Ulama Dunia Zona Asia di Pakkatto, Gowa.
Mengantisipasi semakin meluasnya penyebaran virus corona (Covid19) di Maluku Utara, yang pintu masuknya lewat Kota Ternate, Dinas Kesehatan Kota Ternate bersama LabKesDa Maluku Utara yang hanya satu-satunya berada di Kota Ternate, melakukan serangkaian rapid test bagi sekurangnya 49 orang Jemaah Tabligh Maluku Utara.
Mereka baru tiba dari Kabupaten Gowa, Sulsel, saat menghadiri kegiatan Ijtima Ulama Dunia Zona Asia. Juga bagi JT yang baru tiba dari daerah lain.
Ke-49 orang tersebut, baru tiba di Ternate karena mereka ada yang naik kapal laut, sehingga lama di perjalanan.
Baca Juga :
Kepala UPTD LabKesDa Provinsi Malut, Rini Aryani Amra, S.Si, mengatakan, mereka menerima arahan dari Dinas Kesehatan Kota Ternate, untuk memeriksa para Jemaah Tabligh tersebut, karena menurut info dari petugas LabKesDa di daerah KotaWaringin Barat, Kalteng, ada 1 orang JT yang positif terinveksi virus corona (Covid 19) pada beberapa hari setelah pulang dari Gowa, Sulawesi Selatan.
Menurut Rini, butuh waktu hanya sekitar 15 menit untuk mendapat hasil rapid test tersebut. Pasien OTG yang diperiksa saat ini, apabila hasilnya negatif, maka akan diperiksa kembali 7-10 hari berikutnya. Karena ini merupakan pemeriksaan rapid test antibodi.
Pemeriksaan rapid test antibody SARS-cov2 ini dilakukan tenaga medis dari ATLM (Ahli teknologi laboratorium medik) Kota Ternate.
Sebelumnya, juga sudah dilakukan rapid test bagi warga yang berhubungan langsung dengan pasien 01 Positif Covid 19 Maluku Utara. Data orang yang diperiksa diambil dari surveyor sebanyak 14 orang.
Dan kemarin, untuk 49 orang JT yang diperiksa, akan diperiksa lanjutan untuk rapid test kedua pada Jumat mendatang. Setelah itu, bila pasien tersebut ada yang positif virus Corona, maka akan dirujuk ke RSUD Chasan Boesoeri Ternate, untuk dilakukan swab tes PCR lebih lanjut.
Untuk diketahui, LabKesDa Kota Ternate dibangun tahun 2017-2018 dan diresmikan pada Juni tahun 2019 lalu oleh Wali Kota Ternate, Hi. Burhan Abdurahman.
LabKesDa berada di bawah Dinas Kesehatan Kota Ternate, yang hanya satu-satunya dimiliki Kota Ternate Provinsi Maluku Utara. Mempunyai fasilitas di antaranya: lab klinik, lab hematologi, lab imunologi, lab parasitologi, lab mikrobiologi, lab Kesmas, Lab pemeriksaan air, Lab pemeriksaan makanan dan minuman dan Lab pemeriksaan udara.
Ruangan sudah tersedia, hanya saja alat-alat untuk penunjang diagnostik yang belum lengkap dan sangat minim sarana prasarana di dalamnya. LabKesDa sendiri sudah terbentuk dari tahun 2014 berdasarkan SK wali kota Ternate dan baru teregristrasi di pusat baru pada tahun 2019.
Rini menambahkan, harusnya ODP semua diperiksa, namun karena keterbatasaan rapid test di lab yang hanya dibagikan 100-an kit dari Dinas Kesehatan, sehingga sangat selektif dalam pemeriksaan.
Selaku kepala UPTD LabKesDa, Rini berharap dengan adanya pandemi covid 19, Pemerintah Daerah dapat melengkapi sarana dan prasarana di LabKesDa agar bisa memenuhi ketersediaan fasilitas kesehatan yang terstandrisasi.
Rini juga meminta kepada masyarakat, harus jujur dan tidak boleh takut dalam menjalani pemeriksaan. Apalagi bagi pasien yang harus diisolasi mandiri.
Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap stay di rumah bila tidak ada keperluan yang mendesak, agar bisa memutus mata rantai penyebaran covid 19 dan selalu melakukan perilaku hidup sehat di rumah.
Penulis : Ibra Hamzah