BUKAMATA - Penyebaran virus corona di seluruh provinsi Indonesia cukup cepat. Tersisa, hanya ada dua daerah yang dinyatakan masih terbebas dari kasus positif corona, yakni Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Gorontalo.
Berdasarkan data sebaran kasus yang diberikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kasus positif ditemukan di 32 provinsi dengan jumlah terbanyak berada di DKI Jakarta. Sementara Gorontalo dan NTT 0 alias belum ada.
Pasien dalam pengawasan (PDP) juga tidak ada di dua provinsi tersebut. Hanya ada orang dalam pemantauan (ODP) yang belum mengalami gejala klinis mirip virus corona.
1. Nusa Tenggara Timur
Meski demikian, mengutip sejumlah pemberitaan media, terdapat 558 Orang dalam Pemantauan (ODP) corona di NTT, dengan Kota Kupang yang terbanyak.
Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore bersama Wakilnya Hermanus Man sendiri telah menjalani rapid test atau uji cepat virus corona pada Sabtu (28/3). Hasilnya, mereka dinyatakan negatif Covid-19.
Uji cepat terhadap Pemimpin Kota Kupang itu dilakukan lantaran keduanya sempat bepergian ke luar daerah yang terjangkit virus corona.
Wali Kota Kupang, Jefrison Riwu Kore bersama sejumlah kader Partai Demokrat NTT sempat mengikuti Kongres Partai Demokrat di Jakarta, Minggu (15/3), yang saat itu telah masuk ke dalam kategori zona merah dengan kasus Covid-19.
Walau belum ada kasus positif, Pemprov NTT melakukan sejumlah hal terkait pencegahan corona. Pemprov NTT mengambil kebijakan perpanjangan masa bekerja dari rumah atau work from home sampai dengan 21 April 2020 mendatang kepada aparatur sipil negara (ASN) dan pelajar.
NTT sendiri saat ini tengah berperang melawan demam berdarah. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT Marius Ardu Jelamu mengatakan jumlah penderita DBD di wilayahnya menyentuh angka 4.034 jiwa. Sejak awal Januari - Maret 2020, sudah 47 orang yang meninggal dunia.
2. Gorontalo
Berdasarkan data pemerintah pusat, ada kasus positif corona di wilayah Gorontalo. Akan tetapi, tercatat ada 101 orang masuk ke dalam daftar ODP per Minggu lalu (29/3).
Sejumlah langkah diambil Pemprov Gorontalo guna mengantisipasi penyebaran virus corona. Misalnya menghentikan sementara kunjungan warga negara asing (WNA) dan Tenaga Kerja Asing (TKA).
Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Gorontalo nomor 560/Dispar/392/III/2020 tentang Penundaan Kedatangan WNA dan TKI ke Wilayah Provinsi Gorontalo
"Menunda Kedatangan Warga Negara Asing (WNA) dan Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk masuk di wilayah kabupaten/ kota di Provinsi Gorontalo baik melalui akses/ pintu masuk darat, laut dan udara," demikian bunyi poin kesatu surat edaran tersebut, dikutip CNNIndonesia, Rabu (1/4/2020).
Selain mengatur kedatangan WNA dan TKA, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie juga meminta kepada biro perjalanan untuk menunda penjualan paket perjalanan wisata domestik dan luar negeri.
Kebijakan ini mulai berlaku 31 Maret 2020 hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian hari jika situasi sudah kondusif.
Selain itu, Tim gabungan yang terdiri dari Polda Gorontalo, TNI dan Pemerintah Daerah pun melakukan penyemprotan disinfektan secara massal di jalan protokol dan fasilitas umum di tiga wilayah di Provinsi Gorontalo.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Peneliti Temukan Virus Corona Baru dari California, Kini Menyebar di 6 Negara
-
Angka Kematian Akibat Covid-19 Tinggi, Hardiman Rewa Beri Perlindungan Keuangan
-
Nurdin Abdullah Berhasil Ikut Vaksin Covid-19 Kedua
-
22% Warga Indonesia Tak Percaya Covid-19
-
Virus Corona Varian Baru dari Inggris Dilaporkan di Jerman