Ulfa : Sabtu, 28 Maret 2020 14:43
Ilustrasi.

BUKAMATA - Direktur salah satu rumah sakit terkemuka Haiti diculik dalam perjalanan ke tempat kerjanya.

Penculikan itu membuat staf untuk menolak pasien baru sebagai aksi protes saat negara miskin itu bergelut dengan wabah virus corona di tengah peningkatan kekerasan geng.

Dilansir Reuters, dr. Jerry Bitar diculik setelah meninggalkan rumahnya menuju Rumah Sakit Bernard Mevs di Ibu Kota Port-au-Prince pada Jumat (27/3/2020) waktu setempat.

Setelah penculikan itu, para staf berkerumun di luar rumah sakit untuk menuntut pembebasan Bitar. Mereka mengaku menolak merawat setiap pasien yang baru datang sampai Bitar bebas.

"Staf rumah sakit memutuskan untuk tidak mengambil kasus baru untuk saat ini," kata administrator, Carla Puzo, dikutip Russia Today, Sabtu (28/3/2020).

"Kami akan terus merawat (pasien) yang sudah ada di sini," sambungnya.

Presiden Haiti Jovenel Moise memohon pembebasan Bitar dalam pidato nasional pada Jumat.

Moise menjuluki dokter itu sebagai 'Jenderal' dalam perang melawan pandemi virus corona (COVID-19). Dia juga menyerukan polisi dan otoritas peradilan untuk mengerahkan semua kemampuan mereka guna menemukan para penculik.