MAKASSAR, BUKAMATA - Kopiahnya sudah usang. Bulu keningnya sudah memutih. Jumat, 27 Maret 2020, Kakek Daing (90) tak mengenakan baju.
Dia duduk di dipan reyot. Dinding rumahnya dari bambu. Ditutupi spanduk bekas. Itu agar angin malam tak menyusup masuk menerpa tubuhnya.
Dia memicingkan mata saat menerima sedekah dari Komunitas Makassar Bersih (KOMBES) di rumahnya di Lorong 11 Cambayya, Kecamatan Ujung Tanah.
Meski penglihatannya sudah memudar, daya ingatnya masih kuat. Dia bertutur tentang pengalaman hidupnya.
"Tidak kuatma nak, sejak 1969 saya mengayuh becak," ujarnya.
Becak yang ia gunakan untuk mencari nafkah, telah 3 kali ia ganti.
"Sudah tiga kalimi becakku kuganti, tapi sekarang tidak bisama pakeki. Apalagi adami penyakit Corona, tidak berani keluar cari penumpang," ucapnya.
Salah seorang warga Cambayya bernama Iskandar mengatakan, meski Dg Daing tergolong masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi tak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.
"Kami kadang berprasangka buruk, masak orang yang bagus rumahnya dapat PKH, sedangkan Dg Daing yang tukang becak dan rumahnya bocor-bocor tidak dapat bantuan," keluhnya.
Sementara itu, Ketua LAW2 Community, Suryadi Yamin dan Ketua Makassar Suci, Almalik Musafir Kelana, yang turut hadir dalam penyerahan paket sedekah, berharap semoga instansi terkait dapat membantu Dg Daing dan keluarganya, mendapatkan bantuan dan layanan sosial untuk mengurangi beban hidup mereka.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Temuan Peneliti Prancis, Nikotin Bisa Tangkal Corona
-
Gubernur Sulsel Perpanjang Darurat Corona hingga 29 Mei, Biaya Ditanggung APBD dan APBN
-
Mengharukan, Warga Mamuju Semangati Penderita Covid-19 Saat Dievakuasi ke RS Sulbar
-
Dosen UIN Berstatus PDP yang Meninggal Ternyata Negatif Corona
-
Sederet Artis Tanah Air Galang Dana Covid-19 untuk Sulsel, Prof Idrus dan Dokter Fadli Juga Ikut