Redaksi
Redaksi

Jumat, 20 Maret 2020 10:27

Ilustrasi
Ilustrasi

Sampel Swab Pasien Covid-285 di Makassar Baru Diambil Setelah Meninggal

Pasien Covid-285 baru diambil sampel swab-nya setelah meninggal 15 Maret lalu. Hasilnya baru diketahui kemarin, bahwa dia positif terpapar virus corona.

MAKASSAR, BUKAMATA - Mengenakan kemeja putih, Nurdin Abdullah mengumumkan di depan pelantang. Gubernur Sulsel itu menyebutkan, dua pasien di Sulsel positif corona. Yang satu sudah meninggal. Dia menyebutnya pasien Covid-285. Yang satunya lagi, pasien Covid-286, masih dirawat di RSUP Wahidin Sudirohusodo. Kondisinya sudah membaik.

NA bilang, pasien beridentitas Covid-285 baru kembali dari umrah. Dia umrah pada 25 Februari hingga 3 Maret 2020. Seminggu kemudian mengalami keluhan diare dan batuk.

Dia lalu dirawat di RS Siloam, dengan keluhan demam, sesak. Ketika dilaksanakan foto thorax menujukkan pneumonia di kedua paru-paru.

Sebelum diambil sampel swab (lendir di belakang hidung), yang bersangkutan sudah meninggal dunia, pada tanggal 15 Maret. Setelah itu, baru kita mengambil sampel swab. Baru hari ini, kita menerima hasil, almarhumah itu terjangkit virus corona," jelas Nurdin.

NA kembali menegaskan, sebelum hasilnya didapatkan dari laboratorium Kementerian Kesehatan di Jakarta, tanggal 15 Maret, Covid-285 ini, sudah meninggal.

"Pada saat yang bersangkutan meninggal, kita baru mengambil sampel Swab. Tentu kita tidak tahu dia terjangkit Covid-19 atau tidak, yang bisa memberikan penjelasan ini, tentu yang memiliki keilmuan fatologi," ungkapnya.

Saat ini, tim penanganan corona yang ditunjuk Pemprov Sulsel, sedang melakukan contact tracking atau menusuri dengan siapa korban berinteraksi. Termasuk pihak keluarga, sudah diisolasi sambil menunggu hasil tes swab dari laboratorium Kemenkes Jakarta.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pasien Corona meninggal