Redaksi : Kamis, 19 Maret 2020 21:35
Nurdin Abdullah saat konferensi pers soal corona di kediamannya di Perumdos Unhas Tamalanrea.

MAKASSAR, BUKAMATA - Dua warga Sulawesi Selatan dinyatakan positif terjangkit virus corona atau Covid-19. Namun, satu orang di antaranya telah meninggal dunia pada 15 Maret lalu.

Sementara satu orang lainnya saat ini masih diisolasi di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Namun, kondisi korban berjenis kelamin laki-laki itu sudah berangsur pulih.

"Yang bersangkutan sudah mengalami kemajuan yang signifikan. Beliau sudah sehat. Tadi dokter melaporkan ke saya bahwa ia sudah minta keluar (dari rumah sakit). Karena yang bersangkutan belum tahu hasilnya, ia katanya sempat berguyon sudah lama tidak makan konro," kata Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, dalam sesi konferensi pers di kediaman pribadinya, Kamis (19/3/2020) malam.

Namun setelah hasil uji labnya keluar dan dinyatakan positif, kata Nurdin Abdullah, maka korban diputuskan untuk tetap menjalani proses isolasi di rumah sakit.

"Kita sudah isolasi kembali karena yang bersangkutan dinyatakan positif. Memang sudah diisolasi dari awal dan dimasukkan di ruangan yang tekanan negatifnya itu tinggi. Kita isolasi dulu, nanti Dinas Kesehatan yang punya tanggung jawab untuk stretching," jelasnya.

Meski sudah dinyatakan positif, kata Nurdin Abdullah, pihak dokter dan tim medis sendiri belum memberi tahu kepada korban soal hasil uji lab tersebut. Sebab, katanya, bisa saja mempengaruhi psikis korban dan justru akan membuatnya semakin parah.

"Fenomenanya ini kan sudah sehat sebelum hasilnya datang. Makanya kita juga bingung bagaimana memberi tahu kepada yang bersangkutan karena beliau sudah sehat. Takutnya tiba-tiba sakit lagi. Makanya belum kita kasih tahu," beber Nurdin Abdullah.

"Makanya dengan adanya kasus ini, saya mengambil inisiatif untuk mendesak pihak terkait agar alat uji sampel itu bisa segera diadakan supaya hasilnya bisa lebih cepat kita ketahui," pungkasnya.