BUKAMATA - Acara Misa pentahbisan Uskup Ruteng, Mgr.Siprianus Hormat yang dihadiri ribua orang tetap dilangsungkan pagi ini.
Misa pentahbisan Uskup Ruteng yang digelar di Gereja Katedral Ruteng, Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT) ini, dimulai pukul 08.30 WITA dengan perarakan dari Gereja Katedral lama menuju Gereja Katedral baru.
Sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona, petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai sudah berdiri di pintu-pintu masuk Gereja Katedral Ruteng.
Para petugas ini memberikan antiseptik kepada semua peserta yang masuk dan melakukan tes suhu tubuh sebagai syarat mengikuti misa.
Hadir dalam misa pentahbisan, 37 uskup dari seluruh Indonesia, pejabat Kongres Wali Gereja Indonesia (KWI) dan pejabat. Total ada sekitar 7.000 orang yang hadir dalam kegiatan itu.
Padahal diketahui, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo telah berkirim surat ke pihak kardinal.
Doni meminta agar acara penahbisan Uskup Baru Ruteng, Mgr Siprianus Hormat itu dibatalkan demi alasan kemanusiaan.
Pasalnya, pertemuan orang dalam jumlah banyak tersebut dapat berpotensi jadi tempat menyebarkan virus corona.
"Korban akibat COVID-19 terus berjatuhan. Penyebabnya bukan dari orang yang sedang dirawat di rumah sakit, tetapi oleh orang yang sehat namun dia sudah sebagai carrier, sebagai pembawa COVID-19. Yang bersangkutan berpotensi sebagai penular kepada siapa saja yang berada di sekitarnya," tulis Doni dalam suratnya seperti dilansir Kumparan, Kamis (19/3/2020).
BERITA TERKAIT
-
Peneliti Temukan Virus Corona Baru dari California, Kini Menyebar di 6 Negara
-
Angka Kematian Akibat Covid-19 Tinggi, Hardiman Rewa Beri Perlindungan Keuangan
-
Nurdin Abdullah Berhasil Ikut Vaksin Covid-19 Kedua
-
22% Warga Indonesia Tak Percaya Covid-19
-
Virus Corona Varian Baru dari Inggris Dilaporkan di Jerman