Redaksi
Redaksi

Sabtu, 14 Maret 2020 11:15

Potongan video penggerebekan di parkiran Bandara Haluoleo.
Potongan video penggerebekan di parkiran Bandara Haluoleo.

Soal Oknum Dokter Mesum dengan Perawat di Bandara Haluoleo, Begini Fakta yang Dibeber Kuasa Hukum

Kuasa hukum oknum dokter yang diduga mesum melakukan pembelaan. Bukan mesum katanya. Tapi, si perawat yang bersama sang dokter, tengah bersalin pakaian di dalam mobil.

KENDARI, BUKAMATA – Tim kuasa hukum F dan A, oknum dokter dan perawat yang diduga telah melakukan perbuatan mesum di Bandara Haluoleo, Kendari, mengeluarkan bantahan, terkait pemberitaan yang beredar di media.
​​
Tim kuasa hukum yang terdiri dari, Mustaring Lin Arifin SH, H Moh Adnan SH, MH, H Nur Ramadhan SH, MH, Natalia FR Sabandar SH, Abdi Mouhari SH, MH dan Muhammad Dedy SH tergabung dalam konsultan hukum “Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Permata Adil Sulawesi Tenggara”. Mereka menerima Surat Kuasa Khusus tertanggal 12 Maret 2020.

Mereka mengaku keberatan dengan postingan yang tersebar, dan mengajukan Hak Jawab dan Hak Koreksi sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 Ayat (1) dan Ayat (3) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Menurut mereka, dalam pemberitaan itu, seolah-olah klien mereka inisial A bersama dengan perempuan F, seakan-akan telah berbuat mesum dan berzina dalam mobil.

Padahal faktanya kata mereka berbeda dengan situasi yang disangkakan. “Situasi saat itu, di mana warga curiga dan secara sontak dan telanjur melakukan tekanan kepada A dan F, bahwasanya melakukan hal tidak senonoh. Bahkan mengvideokan hingga beredar viral di media sosial dan berbagai berita dan video di media online lokal dan nasional,” beber Tim Advokat H. Moh Adnan didampingi Muhammad Dedy.

Mereka meluruskan. Ketika itu, A yang sedang berada dikemudi dan saudari F berada di bagian jok belakang, bahkan meminta kepada pihak security bandara, agar dirinya dibawa ke kantor security bandara kemudian diserahkan kepada POM AU Lanud Haluoleo.

Dan saat dilakukan pemeriksaan oleh pihak security bandara kepada A dan F, menurut Adnan terungkap bahwa A dan F sedang berada di parkiran, dan sedianya mau ke Kentucky Fired Chiken (KFC) Bandara untuk makan siang bersama.

Namun sebelumnya itu, F yang tadinya berada di bagian depan samping kemudi bersama A, lalu berpindah tempat ke jok belakang. Dia bermaksud untuk mengganti pakaian dinasnya (pakaian perawat, red) yang mana membawa pakaian ganti biasa.

Pada saat itulah, orang-orang sekitar bandara dan para supir rental di parkiran bandara, melihat mobil bergoyang dan mencurigai ada orang yang melakukan mesum atau asusila di dalam mobil tersebut.

Maka dari itu kata Adnan, orang sekitar dan para supir rental bandara, secara spontan mengagetkan A yang sedang di kemudi depan dan saudari F yang sedang mengganti pakaian yang disangka melakukan hal yang tidak senonoh itu.

“Klien saya sudah diambil keterangan dan diperiksa oleh para petugas security bandara dan POM AU Lanud Haluoleo. Dan, setelah diperiksa dan dinyatakan tidak melakukan hal itu, A dan saudari F langsung diperbolehkan pulang,” ungkap Adnan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Dokter Mesum #Kendari