Ikuti Jejak Sang Ayah, Hisan Mantap Terjun ke Politik
Sosok perempuan yang telah menyelesaikan pendidikan S2 di University College London ini, mantap mengikuti jejak sang ayah yang merupakan salah satu politisi senior di tanah air.
MAKASSAR, BUKAMATA - Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah inilah yang mungkin tepat disematkan untuk Hisan Anis Matta. Sosok perempuan yang telah menyelesaikan pendidikan S2 di University College London ini, mantap mengikuti jejak sang ayah yang merupakan salah satu politisi senior di tanah air. Saat ini, Hisan didapuk menduduki posisi sebagai Sekretaris Bidang Politik dan Pemerintahan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora.
Dalam bincang-bincang di acara Ngedate Bukamatanews, Hisan mengungkap alasannya terjun ke dunia politik. Menurutnya, di samping dari latar belakang pendidikannya di bidang politik ekonomi. Dia juga ingin agar representasi perempuan di kancah perpolitikan Indonesia, dapat lebih optimal.
"Kalau kita lihat, di senayan hanya ada sekitar 20 persen perempuan. Walaupun ada usaha pemerintah untuk menaikkan representasi perempuan, ternyata masih sulit dipenuhi. Artinya harus ada usaha lebih untuk menjaring dan menarik perempuan," katanya.
Padahal, sebut Hisan, representasi perempuan di politik mutlak diperlukan agar kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah juga berpihak kepada kaum perempuan. "Karena siapa yang ada di kekuasaan, itu yang akan mewarnai kebijakan juga. Karena sekarang banyak laki-laki, maka kelihatannya pro ke laki-laki juga (kebijakannya red.), kurang memperhatikan kepentingan perempuan," ungkapnya.
Hisan sendiri menilai, ada dua hal mendasar yang menyebabkan belum optimalnya representasi perempuan di parlemen. Pertama, partai politik masih kesulitan menemukan sosok perempuan yang memiliki kualitas yang setara dengan tokoh laki-laki. Jikapun ada, biasanya mereka enggan untuk terjun ke dunia politik. "Kedua, masih ada barrier budaya, yang menganggap politik itu maskulin. Isinya orang tua dan laki-laki. Itu juga yang harus diubah," jelasnya.
Selain itu, lanjut Hisan, dari sisi pemilih, masih ada keraguan terkait kualitas perempuan yang dicalonkan oleh partai politik. Pemilih perempuan, lanjut Hisan, juga tidak sedikit yang bersikap skeptis. "Apakah ketika terpilih nanti, mereka (caleg perempuan red.) bisa mewakili suara perempuan di Senayan," terangnya.
Olehnya, Hisan mengaku, saat ini dirinya senantiasa terjun ke masyarakat untuk mengajak dan menarik perempuan untuk mau terjun ke dunia politik. Dengan lebih banyak perempuan dan anak muda yang terjun ke politik, Hisan yakin, kebijakan-kebijakan pemerintah akan lebih berpihak kepada kaum perempuan.
