HUT Kota ke-419, RSUD Makassar & RSGM Unhas Gelar Operasi Gratis Celah Bibir
08 November 2026 18:04
Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Gerakan Pangan Murah memiliki sejumlah tujuan strategis, terutama menjaga stabilitas harga pangan, menekan potensi inflasi, serta membantu masyarakat memperoleh akses terhadap kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar menyiapkan 600 voucher dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan di Kecamatan Tamalate, Minggu (8/11/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Festival Pangan 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar ke-419.

Festival yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Tamalate ini mengusung tema “Wujudkan Ketahanan Pangan Demi Masa Depan Makassar Mulia”. Pelaksanaannya diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui stabilisasi harga, peningkatan akses terhadap bahan pangan, serta edukasi mengenai pentingnya konsumsi pangan yang aman dan berkualitas.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar mengatakan, Festival Pangan 2026 merupakan bagian dari rangkaian momentum peringatan hari jadi Kota Makassar. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkuat upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan di tengah masyarakat.
Salah satu program yang menjadi perhatian dalam festival tersebut adalah Gerakan Pangan Murah. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dengan menyiapkan sebanyak 600 voucher bagi masyarakat di Kecamatan Tamalate.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Gerakan Pangan Murah memiliki sejumlah tujuan strategis, terutama menjaga stabilitas harga pangan, menekan potensi inflasi, serta membantu masyarakat memperoleh akses terhadap kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
“Gerakan Pangan Murah ini merupakan salah satu upaya menjaga stabilitas harga, menekan potensi inflasi, dan membantu masyarakat mengakses pangan,” demikian disampaikan dalam wawancara terkait kegiatan tersebut.
Program ini menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam mendukung daya beli masyarakat, khususnya ketika harga bahan pangan mengalami perubahan. Melalui penyediaan akses pangan yang lebih terjangkau, masyarakat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani kenaikan harga yang berlebihan.
Gerakan Pangan Murah juga memiliki keterkaitan dengan upaya pengendalian inflasi daerah. Pasalnya, komoditas pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang memiliki pengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga. Perubahan harga bahan pangan dapat berdampak langsung pada kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Oleh karena itu, menjaga stabilitas harga pangan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui program tersebut, pemerintah berupaya menghadirkan pelayanan yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Selain Gerakan Pangan Murah, Festival Pangan 2026 turut menghadirkan kegiatan pengujian cepat atau rapid test pangan. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan perhatian terhadap keamanan pangan yang beredar dan dikonsumsi masyarakat.
Pengujian pangan memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman mengenai kualitas bahan pangan, terutama pangan segar yang menjadi bagian dari konsumsi sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya memilih dan mengonsumsi pangan yang aman.
Kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi mengenai ketahanan pangan dan gerakan Stop Boros Pangan. Edukasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola konsumsi pangan secara bijak serta mengurangi pemborosan makanan.
Gerakan Stop Boros Pangan menjadi salah satu isu penting dalam edukasi ketahanan pangan. Pengelolaan pangan yang baik tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan, tetapi juga bagaimana masyarakat memanfaatkan pangan secara optimal agar tidak terbuang sia-sia.
Dalam konteks rumah tangga, pemborosan pangan dapat terjadi akibat perencanaan belanja yang kurang tepat, penyimpanan bahan makanan yang tidak sesuai, maupun kebiasaan mengambile makanan melebihi kebutuhan. Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat menerapkan polab konsumsi yang lebih bertanggung jawab.
Festival Pangan 2026 juga menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung lainnya, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi dan inovasi pangan berbasis sumber daya lokal melalui konsep Live Cooking, serta pengujian sampel pangan segar asal tumbuhan.
Beragam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa festival tidak hanya berfokus pada penyediaan pangan murah, tetapi juga mengintegrasikan aspek kesehatan, keamanan pangan, edukasi, dan pemanfaatan sumber daya lokal.
Pemeriksaan kesehatan gratis menjadi salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat yang dapat dimanfaatkan selama kegiatan berlangsung. Sementara itu, edukasi dan inovasi pangan berbasis sumber daya lokal diharapkan dapat memperkenalkan potensi bahan pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat.
Kegiatan Live Cooking juga menjadi sarana edukasi untuk memperkenalkan pengolahan pangan yang lebih kreatif dan menarik. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun sumber pendanaan Festival Pangan 2026 berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta sumbangan pangan. Dukungan pendanaan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan yang bertujuan memberikan manfaatbb kepada masyarakat.
Penyelenggaraan Festival Pangan 2026 di Kecamatan Tamalate diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan sekaligus memperkuat keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan.
Momentum peringatan HUT Kota Makassar ke-419 ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor pangan.
Melalui Gerakan Pangan Murah, edukasi keamanan pangan, serta sosialisasi Stop Boros Pangan, Festival Pangan 2026 diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang lebih baik bagi masyarakat Kota Makassar.
Penulis : Muhammad Raihan Rahman
08 November 2026 18:04
07 November 2026 21:58
07 November 2026 21:21
07 November 2026 20:32
08 November 2026 07:50
08 November 2026 12:20
08 November 2026 18:04