November Jadi Awal Musim Hujan di Sejumlah Wilayah, Bagaimana dengan Sulawesi?
BMKG memprediksi sejumlah wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan pada November 2026. Simak daftar wilayah, dampak El NiƱo, dan prediksi puncak musim hujan 2026/2027.
JAKARTA, BUKAMATANEWS — Sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November 2026. Namun, masyarakat diimbau tidak lengah karena fenomena El Niño yang kuat berpotensi membuat musim hujan datang lebih lambat dan berlangsung lebih singkat dari kondisi normal.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan awal musim hujan pada November mencakup 185 Zona Musim (ZOM), atau sekitar 24,66 persen dari luas daratan Indonesia.
Berdasarkan pemutakhiran prediksi musim hujan 2026/2027 yang dirilis BMKG pada 2 Oktober 2026, awal musim hujan diperkirakan berlangsung secara bertahap. Wilayah Sumatra bagian utara diprediksi menjadi salah satu kawasan yang lebih dahulu memasuki musim hujan, sebelum berlanjut ke wilayah lainnya.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengingatkan bahwa kondisi iklim saat ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama dalam mengantisipasi dampaknya terhadap ketersediaan air dan produksi pangan.

Menurutnya, terdapat dua kondisi yang perlu diwaspadai, yakni dampak lanjutan El Niño dan peralihan menuju musim hujan yang tidak terjadi secara bersamaan di seluruh Indonesia.
"Informasi iklim perlu menjadi dasar penentuan waktu tanam, pengelolaan air, dan perlindungan produksi pangan," kata Faisal, dikutip dari keterangan resmi BMKG.
Daftar Wilayah yang Diprediksi Masuk Musim Hujan November 2026
Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah yang diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November 2026 meliputi:
Sebagian wilayah Sumatra.
Sebagian wilayah Jawa.
Sebagian wilayah Kalimantan.
Sebagian wilayah Bali.
Sebagian wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sebagian kecil wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebagian wilayah Sulawesi.
Sebagian wilayah Maluku Utara.
Sebagian wilayah Maluku.
Papua Barat bagian utara.
Sebagian wilayah Papua Selatan.
Perlu diperhatikan, prakiraan tersebut tidak berarti seluruh wilayah dalam provinsi atau pulau yang disebutkan akan mengalami awal musim hujan pada waktu yang sama. Waktu peralihan musim dapat berbeda antardaerah, bergantung pada karakteristik iklim masing-masing wilayah.
Sementara itu, pada Desember 2026, BMKG memperkirakan awal musim hujan akan meluas ke sejumlah kawasan lain.
Wilayah yang diprediksi mulai memasuki musim hujan pada Desember meliputi sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian besar Bali, sebagian besar NTB, sebagian besar NTT, sebagian besar Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, serta Papua Selatan bagian selatan.
El Niño Kuat, Musim Hujan Berpotensi Mundur
BMKG juga mengingatkan bahwa musim hujan 2026/2027 berlangsung di tengah kondisi El Niño dengan intensitas sangat kuat.
Dalam pemantauan yang disampaikan BMKG, fenomena tersebut berpotensi mengurangi curah hujan dan memperpanjang periode kering di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi ini turut dipengaruhi oleh Indian Ocean Dipole (IOD) yang berada pada fase positif.
Berdasarkan prediksi musim hujan 2026/2027, sebanyak 529 Zona Musim atau 61,08 persen luas daratan Indonesia diperkirakan mengalami keterlambatan awal musim hujan dibandingkan kondisi normal.
Sementara itu, 26 Zona Musim atau 2,15 persen luas daratan Indonesia diprediksi memasuki musim hujan sesuai dengan waktu normalnya.
BMKG juga memperkirakan musim hujan 2026/2027 akan berlangsung lebih singkat dari kondisi normal di 482 Zona Musim yang mencakup 51,90 persen luas daratan Indonesia.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi daerah yang masih mengalami kekeringan dan memiliki ketergantungan tinggi terhadap ketersediaan air hujan.
Puncak Musim Hujan Diprediksi Berlangsung hingga Awal 2027
Meski awal musim hujan di sejumlah wilayah diperkirakan mundur, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia tetap akan mengalami puncak musim hujan pada rentang Desember 2026 hingga Februari 2027.
Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Desember 2026 di 155 Zona Musim, Januari 2027 di 162 Zona Musim, serta Februari 2027 di 190 Zona Musim.
Adapun curah hujan selama periode Desember 2026 hingga April 2027 secara umum diprakirakan berada pada kategori menengah hingga sangat tinggi, meskipun kondisi setiap wilayah dapat berbeda.
Karena itu, masyarakat diminta tetap mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG, khususnya ketika terjadi perubahan kondisi atmosfer.
Pemerintah daerah juga perlu mempersiapkan langkah antisipasi terhadap berbagai dampak cuaca, mulai dari kekeringan yang masih berlangsung di sejumlah kawasan hingga potensi banjir dan genangan ketika curah hujan meningkat.
Bagi sektor pertanian, informasi awal musim hujan menjadi salah satu acuan penting untuk menyesuaikan kalender tanam, menyiapkan jaringan irigasi, serta menjaga ketersediaan air.
BMKG menegaskan, pemantauan perkembangan cuaca dan iklim secara berkala diperlukan agar masyarakat dan pemerintah dapat mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi dinamika musim hujan 2026/2027.
News Feed
Zahra Nazira Firman Jadi Sorotan, Ini Rekam Jejak Ketua BEM FH Trisakti
01 November 2026 18:20
Veda Ega Kibarkan Merah Putih di Sepang, Puji Kerja Keras Honda Team Asia
01 November 2026 18:01
Nasib Netanyahu di Ujung Tanduk, Dukungan 19 Kursi Partai Arab Jadi Penentu
01 November 2026 17:51
HUT ke-419 Kota Makassar, Pemkot Siapkan 50 Agenda Sosial dan Budaya untuk Masyarakat
01 November 2026 17:39
Berita Populer
01 November 2026 18:01
01 November 2026 17:51
01 November 2026 18:31
01 November 2026 17:39
01 November 2026 18:20
