Redaksi : Selasa, 27 Oktober 2026 23:19

JAKARTA, BUKAMATANEWS — PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan laba bersih Rp45,2 triliun hingga September 2026. Capaian tersebut tumbuh 4,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring ekspansi kredit yang terus berlanjut.

Hingga akhir September 2026, total kredit BCA dan entitas anak mencapai Rp1.063 triliun, meningkat 12,6 persen secara tahunan (*year on year/yoy*). Pertumbuhan ini mencerminkan berlanjutnya penyaluran pembiayaan perseroan ke berbagai sektor ekonomi.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengatakan perseroan berkomitmen mendukung perekonomian nasional melalui penyaluran kredit dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Menurutnya, ekspansi bisnis harus berjalan seimbang dengan pengelolaan likuiditas agar kinerja perusahaan tetap terjaga.

"Laba bersih BCA dan entitas anak tumbuh 4,2 persen year on year menjadi Rp45,2 triliun," kata Hendra dalam konferensi pers virtual, Selasa (27/10/2026).

Perkuat Layanan Digital MyBCA

Di tengah pertumbuhan bisnis kredit, BCA juga terus memperkuat layanan perbankan digital melalui aplikasi MyBCA. Pengembangan fitur dilakukan untuk memberikan kemudahan dan mempercepat akses nasabah terhadap berbagai layanan transaksi.

Salah satu pembaruan yang dihadirkan adalah fitur *widget* yang memungkinkan nasabah mengatur akses cepat ke layanan pilihan. Fitur tersebut mencakup informasi mutasi rekening, transfer, QRIS, Flazz, hingga layanan *cardless* atau transaksi tanpa kartu.

BCA juga menghadirkan fitur Tabungan Emas yang memungkinkan nasabah melakukan pembelian dan penjualan emas secara digital.

Untuk memenuhi kebutuhan transaksi lintas negara, layanan transfer valuta asing secara instan melalui MyBCA kini mendukung mata uang dolar Singapura, pound sterling Inggris, dan dolar Kanada untuk transaksi ke Singapura, Inggris, dan Kanada.

Selain itu, BCA menghadirkan BCA Kartu Kredit Indonesia (KKI), yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi menggunakan QRIS dengan sumber dana dari KKI melalui aplikasi MyBCA.

Inovasi untuk Kebutuhan Nasabah

Hendra mengatakan, pengembangan layanan digital merupakan bagian dari upaya perseroan menghadirkan produk dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang.

BCA berupaya memperluas kemudahan akses layanan perbankan agar nasabah dapat melakukan berbagai transaksi secara praktis, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun transaksi lintas negara.

"Kami terus berupaya menghadirkan berbagai produk dan solusi untuk menjawab kebutuhan nasabah serta memberikan pelayanan optimal kepada pengguna BCA di mana pun dan kapan pun," tandasnya.

Pertumbuhan laba dan kredit, disertai pengembangan layanan digital, menjadi bagian dari strategi BCA dalam menjaga kinerja bisnis sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.

 

TAG