Saham BBCA Tembus Rekor Tertinggi, Didorong Aksi Beli Investor Asing
Salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga saham BBCA adalah aksi beli investor asing yang terus mengoleksi saham bank ini.
BUKAMATA - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), bank swasta terbesar di Indonesia, terus melanjutkan tren positifnya di pasar modal.
Pada perdagangan hari ini, Jumat 16 Februari 2024 saham BBCA berhasil mencetak kenaikan harga tinggi terbaru sepanjang masa (All Time High/ATH) di level Rp9.975/saham.
Kenaikan harga saham BBCA tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah sejak bank ini melantai di bursa pada tahun 2000 silam.
Sebelumnya, rekor level tertinggi terakhir kali tersentuh BBCA terjadi pada perdagangan 12 Februari lalu, pada harga Rp9.800/saham.
Hingga penutupan perdagangan hari ini, saham BBCA berhasil melesat naik 1,29% ke level harga Rp9.850/saham, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp1.217,34 triliun.
Kenaikan itu tercapai setelah sebanyak 164 juta saham Bank BCA diperjualbelikan dengan nilai transaksi mencapai Rp1,62 triliun. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 23.067 kali.
Salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga saham BBCA adalah aksi beli investor asing yang terus mengoleksi saham bank ini.
Menurut data Bloomberg, investor asing mencatatkan pembelian bersih (Net Buy) sebesar Rp182 miliar pada perdagangan sebelumnya, 13 Februari.
Lebih panjang, sejak awal tahun 2024, atau dua bulan perdagangan, saham BBCA terus diborong investor asing mencapai Rp4,09 triliun.
Beberapa investor asing yang tercatat mengakumulasi saham BBCA antara lain Capital Group Cos. Inc., T. Rowe Price Group Inc., BlackRock Inc., dan Deutsche Bank AG.
Mereka masing-masing menambah 309,28 juta saham, 107,53 juta saham, 7,92 juta saham, dan 7,03 juta saham BBCA sejak awal tahun 2024.
Kinerja saham BBCA juga mendapat dukungan dari konsensus para analis yang optimis terhadap prospek bank ini.
Berdasarkan data Bloomberg, 34 analis yang mengikuti saham BBCA memberikan target harga rata-rata Rp10.752/saham dalam 12 bulan kedepan.
Dengan 28 analis merekomendasikan Beli, 5 analis merekomendasikan Tahan, dan 1 analis merekomendasikan Jual untuk saham BBCA.
Salah satu analis yang memberikan rekomendasi Beli adalah Prasetya Gunadi dari Samuel Sekuritas Indonesia.
Ia menilai bahwa BBCA memiliki kinerja yang solid, dengan pertumbuhan kredit yang stabil, rasio kredit bermasalah (NPL) yang rendah, dan marjin bunga bersih (NIM) yang tinggi. Ia memberikan target harga Rp10.800/saham untuk saham BBCA.
Sementara itu, Harsh Wardhan Modi dari JP Morgan memberikan rekomendasi Outperform untuk saham BBCA, dengan target harga Rp12.000/saham.
Ia menilai bahwa BBCA memiliki potensi untuk meningkatkan pangsa pasar dan pendapatan, serta memanfaatkan peluang digitalisasi. Ia juga menyoroti bahwa BBCA memiliki rasio modal yang kuat, yang dapat mendukung ekspansi bisnisnya.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
