Redaksi
Redaksi

Minggu, 25 Oktober 2026 17:06

pelantikan jajaran pengurus DPD I Golkar Sulsel periode 2026–2031, Minggu (25/10/2026).
pelantikan jajaran pengurus DPD I Golkar Sulsel periode 2026–2031, Minggu (25/10/2026).

IAS Resmi Nahkodai Golkar Sulsel, 198 Pengurus Disiapkan Perkuat Mesin Partai

Ilham Arief Sirajuddin (IAS) resmi memimpin Golkar Sulsel periode 2026–2031. Sebanyak 198 pengurus dilantik untuk memperkuat konsolidasi partai menuju Pemilu 2029.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Ilham Arief Sirajuddin (IAS) resmi memulai babak baru kepemimpinannya di Partai Golkar Sulawesi Selatan setelah pelantikan jajaran pengurus DPD I Golkar Sulsel periode 2026–2031, Minggu (25/10/2026).

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, berhalangan hadir. Ia diwakili oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji. tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat kesiapan partai menghadapi agenda politik mendatang.

Dalam sambutannya, Sarmuji menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran ketua umum. Bahlil disebut berhalangan hadir karena harus mengikuti rapat bersama Presiden.

“Saya menyampaikan mohon maaf karena ketua umum tidak bisa hadir. Beliau sangat ingin hadir, tapi Pak Ketum harus rapat dengan Bapak Presiden,” ujar Sarmuji di hadapan para kader.

Meski tidak hadir, Bahlil disebut tetap menaruh harapan besar terhadap kebangkitan Golkar di Sulawesi Selatan. Sarmuji mengatakan, ketua umum meyakini Golkar Sulsel akan kembali berjaya di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS).

“Pak Ketum yakin Golkar Sulsel akan kembali berjaya, apalagi ini salah satu provinsi andalan Golkar jadi lumbung suara,” katanya.

Sebanyak 198 pengurus masuk dalam struktur kepengurusan Golkar Sulsel yang dipimpin mantan Wali Kota Makassar tersebut.

Kepengurusan ini diharapkan menjadi motor penggerak organisasi untuk memperkuat struktur partai, menjaga soliditas kader, serta meningkatkan kesiapan menghadapi Pemilu 2029.

Di bawah kepemimpinan IAS, konsolidasi internal menjadi salah satu pekerjaan penting yang harus dituntaskan. Penguatan organisasi tidak hanya menyasar tingkat provinsi, tetapi juga kepengurusan di kabupaten dan kota hingga ke tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.

Dalam struktur kepengurusan Golkar Sulsel, Rahman Pina dipercaya menjabat sekretaris, Supriansa sebagai ketua harian, dan Amirullah Nur Saenong sebagai bendahara.

Ketiganya akan mendampingi IAS dalam menjalankan roda organisasi dan mengoordinasikan agenda strategis partai di Sulawesi Selatan.

Rahman Pina, yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Sulsel, memiliki peran penting dalam koordinasi organisasi dan komunikasi politik.

Sementara itu, Supriansa dipercaya mengisi posisi ketua harian untuk membantu menggerakkan aktivitas kepartaian. Adapun Amirullah Nur Saenong bertanggung jawab pada pengelolaan keuangan organisasi.

Komposisi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepengurusan yang dapat bekerja efektif dalam menghadapi tantangan politik ke depan.

IAS sebelumnya menegaskan bahwa penguatan struktur organisasi menjadi prioritas kepengurusan baru Golkar Sulsel.

Konsolidasi akan dilanjutkan melalui musyawarah daerah di tingkat kabupaten dan kota. Tahapan tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026 sebelum dilanjutkan dengan penguatan organisasi di tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan.

Langkah ini menjadi penting untuk memastikan mesin partai bekerja secara terstruktur, terutama dalam menghadapi dinamika politik dan persiapan Pemilu 2029.

Bagi Golkar Sulsel, keberhasilan kepengurusan baru tidak cukup diukur dari rampungnya pelantikan. Konsistensi menjalankan program organisasi, menjaga hubungan antarkader, serta memperkuat basis dukungan masyarakat akan menjadi tantangan berikutnya.

Pelantikan pengurus Golkar Sulsel juga dirangkaikan dengan pesta rakyat untuk memperingati HUT ke-62 Partai Golkar.

Kegiatan tersebut menghadirkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Panitia menyiapkan sekitar 50 stan yang terdiri atas perwakilan daerah dan pelaku UMKM Makassar. Selain menjadi ajang perayaan, kegiatan ini diharapkan membuka ruang promosi bagi produk unggulan lokal.

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan hiburan musik dan agenda sosial, termasuk donor darah serta penyaluran bantuan kepada empat panti asuhan dengan total nilai Rp62 juta.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Golkar Sulsel berupaya menggabungkan konsolidasi internal partai dengan kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Kini, tantangan IAS dan jajaran pengurus barunya adalah menerjemahkan momentum pelantikan menjadi kerja nyata organisasi. Konsolidasi yang solid dan struktur partai yang aktif akan menjadi modal penting dalam memperkuat posisi Golkar di Sulawesi Selatan menuju Pemilu 2029.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Ilham Arief Sirajudddin #DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan