Redaksi : Rabu, 21 Oktober 2026 21:33

MAROS, BUKAMATANEWS — Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maros diingatkan agar tidak menjadikan jabatan dan pencitraan sebagai tujuan utama dalam menjalankan tugas. Integritas, keikhlasan, dan tanggung jawab harus menjadi landasan utama dalam bekerja serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Abuya Arrasy Hasyim saat mengisi pengajian rutin bulanan ASN di Masjid Baitul Khair, Kompleks Kantor Bupati Maros, Rabu (21/10/2026). Dalam tausiyah bertema ASN Berakhlak dengan Meneladani Kepemimpinan Umar bin Khattab itu, ia mengajak aparatur menempatkan amanah dan tanggung jawab di atas kepentingan pribadi.

Menurut Abuya Arrasy, kualitas seorang aparatur tidak semestinya diukur hanya dari jabatan yang dimiliki atau penilaian orang lain. Lebih dari itu, integritas tercermin dari perilaku dan tanggung jawab dalam bekerja, termasuk ketika tidak ada orang yang mengawasi.

“Ada atau tidak ada CCTV, Allah tetap tahu apa yang kita kerjakan,” ujar Abuya Arrasy.

Pesan tersebut menekankan pentingnya membangun kesadaran moral dalam diri setiap ASN. Pengawasan formal memang menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan, tetapi tanggung jawab pribadi dan kejujuran juga diperlukan agar tugas dijalankan secara konsisten.

Jangan Jadikan Pelayanan sebagai Ajang Pencitraan

Abuya Arrasy juga mengingatkan ASN agar menjaga hubungan profesional di lingkungan kerja dan tidak saling menjatuhkan demi kepentingan pribadi. Ia meminta aparatur menghindari perilaku yang mengutamakan pencitraan, termasuk ketika menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat.

Menurutnya, membantu warga harus dilandasi niat tulus untuk meringankan beban sesama, bukan sekadar mencari perhatian atau pengakuan publik.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa pelayanan publik seharusnya berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kepedulian tidak cukup ditampilkan melalui kegiatan yang terlihat oleh banyak orang, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, konsistensi, dan kesungguhan dalam menyelesaikan persoalan warga.

Ia turut mengingatkan ASN agar tidak mudah mengeluh ketika belum memperoleh jabatan yang diinginkan. Setiap aparatur, kata dia, perlu mensyukuri amanah yang sedang dijalankan dan tetap melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Sikap tersebut penting untuk menjaga profesionalisme birokrasi agar kinerja tidak semata-mata ditentukan oleh peluang promosi atau kedudukan, melainkan oleh komitmen terhadap tugas dan pelayanan.

Chaidir Syam Tekankan Pembinaan Moral ASN

Sementara itu, Bupati Maros Chaidir Syam menegaskan bahwa pengajian rutin menjadi bagian dari upaya pembinaan karakter dan rohani ASN di lingkungan Pemkab Maros.

Ia mewajibkan seluruh ASN mengikuti kegiatan tersebut sebagai salah satu sarana memperkuat akhlak dan moral dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Menurut Chaidir, kemampuan teknis dan profesionalisme aparatur perlu berjalan beriringan dengan moral yang baik. Kompetensi diperlukan agar pekerjaan dapat diselesaikan secara tepat, sedangkan integritas menjadi landasan agar kewenangan dijalankan secara bertanggung jawab.

Keseimbangan keduanya diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus membangun lingkungan kerja yang mengedepankan etika, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Pengajian rutin tersebut menjadi salah satu ruang refleksi bagi ASN untuk mengevaluasi sikap dan perilaku dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.

Melalui pembinaan rohani dan penguatan nilai-nilai moral, Pemkab Maros berharap aparatur tidak hanya memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas, tetapi juga menjunjung integritas, menghindari persaingan tidak sehat, serta memberikan pelayanan secara tulus dan profesional.

Pada akhirnya, jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, sementara keberhasilan pelayanan pemerintahan tercermin dari manfaat yang dirasakan masyarakat.