Redaksi
Redaksi

Jumat, 16 Oktober 2026 15:22

DPRD Makassar Minta Sosialisasi Penggunaan Masker Diperluas, Warga Rentan Jadi Perhatian

DPRD Makassar Minta Sosialisasi Penggunaan Masker Diperluas, Warga Rentan Jadi Perhatian

DPRD Makassar melalui Adi Akbar meminta Pemkot memperluas sosialisasi penggunaan masker akibat kabut asap karhutla serta mempertimbangkan pembagian masker bagi kelompok rentan.

MAKASSAR, BUKAMATA - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai menyelimuti Kota Makassar memicu kekhawatiran terhadap kualitas udara dan dampaknya bagi kesehatan masyarakat. DPRD Kota Makassar meminta pemerintah kota memperluas sosialisasi penggunaan masker, terutama bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan.

Anggota DPRD Kota Makassar dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Adi Akbar, menilai langkah antisipatif perlu segera dilakukan agar masyarakat lebih waspada terhadap paparan asap. Pemerintah diharapkan tidak hanya menyampaikan imbauan secara umum, tetapi juga memastikan informasi tersebut menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Karena ini kejadian yang tidak bisa kita hindari bagi warga Kota Makassar, kita berharap pemerintah mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat keluar rumah,” kata Adi Akbar.

Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang perlu diperhatikan masyarakat ketika kualitas udara memburuk. Karena itu, pemerintah kota perlu meningkatkan intensitas penyampaian informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap masih berlangsung.

Adi Akbar juga meminta pemerintah mengoptimalkan peran aparat kewilayahan dalam menyampaikan imbauan kepada warga. Camat, lurah, hingga perangkat RT dan RW dinilai memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Dengan keterlibatan aparat di tingkat wilayah, sosialisasi diharapkan tidak hanya terpusat pada kanal komunikasi pemerintah, tetapi juga menjangkau warga hingga ke lingkungan permukiman. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat memahami tindakan pencegahan yang perlu dilakukan saat beraktivitas di luar rumah.

Selain memperluas sosialisasi, Adi Akbar mendorong Pemerintah Kota Makassar mempertimbangkan pembagian masker dengan standar perlindungan yang sesuai, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu warga yang memiliki keterbatasan akses terhadap perlengkapan pelindung.

“Kalau memungkinkan, pemerintah bisa membagikan masker standar kepada warga yang rentan,” ujarnya.

Ia berharap upaya pencegahan dilakukan secara terkoordinasi agar risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap dapat ditekan. Pemerintah juga perlu memastikan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih memperoleh informasi dan dukungan yang memadai.

Di sisi lain, Adi Akbar mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin memburuk. Warga juga diminta mengikuti informasi dan imbauan resmi pemerintah agar dapat menyesuaikan aktivitas dengan perkembangan kualitas udara.

Menurutnya, penanganan kabut asap membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama. Sosialisasi yang masif, dukungan bagi kelompok rentan, serta kepatuhan terhadap imbauan kesehatan menjadi bagian penting dari upaya melindungi warga Kota Makassar dari dampak pencemaran udara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer