Redaksi : Kamis, 15 Oktober 2026 22:35

MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sulawesi Selatan 2026 mulai memasuki tahap persiapan. Selain mematangkan agenda pemilihan ketua DMI Sulsel, panitia juga menyiapkan forum diskusi publik untuk merumuskan strategi penguatan peran masjid dalam pemberdayaan umat.

Persiapan tersebut diawali dengan rapat perdana Panitia Pelaksana (*Organizing Committee*) di Kantor DMI Sulsel, Masjid Raya Makassar, Kamis (15/10/2026). Muswil dijadwalkan berlangsung pada 6–7 November 2026 di Makassar.

Rapat perdana ini menjadi momentum konsolidasi untuk menyatukan langkah kepanitiaan, memetakan kebutuhan kegiatan, serta menyusun tahapan kerja agar seluruh rangkaian Muswil berjalan sesuai rencana.

Kepanitiaan tersebut dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Wilayah DMI Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 377/PW-DMI/SS/SK/X/2026 yang ditandatangani Ketua DMI Sulsel Mayjen TNI (Purn.) H. Andi Muhammad Mappanyukki, S.H., M.H., dan Sekretaris H. Hasid Hasan Palogai, S.H., M.A.

Ketua Panitia, Kolonel (Purn.) Drs. H. Husban Abady, M.H., mengatakan tahap awal persiapan difokuskan pada inventarisasi kebutuhan penyelenggaraan, mulai dari kelengkapan administrasi, penyusunan proposal, pengajuan audiensi kepada pihak terkait, hingga penjajakan dukungan sponsor.

Menurutnya, pendataan tersebut diperlukan sebagai dasar penyusunan rencana kerja yang terukur sebelum dibahas lebih lanjut bersama *Steering Committee* atau panitia pengarah.

“Setelah kebutuhan dan keperluan kegiatan terdata, kami akan melakukan pertemuan dengan Steering Committee untuk menyelaraskan berbagai persiapan agar pelaksanaan MUSWIL DMI Sulawesi Selatan dapat berjalan sukses,” ungkap Husban saat membuka rapat.

Selain aspek administrasi, rapat perdana juga membahas perencanaan anggaran, pembagian tugas antarseksi, konsep seremoni pembukaan, penyusunan daftar undangan, serta pemetaan calon mitra dan sponsor.

Bendahara Panitia, Dr. Hj. Yuspiani, M.Pd., memaparkan gambaran kebutuhan anggaran untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan. Perencanaan pembiayaan tersebut menjadi bagian penting agar penyelenggaraan Muswil dapat berlangsung sesuai kebutuhan dan kemampuan pendanaan.

Panitia juga merencanakan audiensi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan sejumlah instansi terkait. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi sekaligus membuka peluang dukungan bagi pelaksanaan agenda organisasi tersebut.

Husban menekankan pentingnya komitmen seluruh anggota panitia dalam menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ).

Tak hanya mempersiapkan agenda organisasi, panitia juga merancang diskusi publik sebagai bagian dari rangkaian Pra-Muswil DMI Sulsel 2026.

Forum tersebut direncanakan membahas isu strategis mengenai peran masjid dalam memperkuat persatuan umat, mendorong pemberdayaan masyarakat, serta menentukan arah pengembangan DMI Sulawesi Selatan pada periode mendatang.

Diskusi publik ini diharapkan mempertemukan tokoh agama, akademisi, pemerintah, pengelola masjid, dan unsur masyarakat untuk bertukar gagasan mengenai penguatan fungsi masjid.

Berbagai masukan yang dihimpun nantinya diharapkan menjadi bahan rekomendasi dalam menyusun program dan arah kebijakan DMI Sulsel agar semakin relevan dengan kebutuhan umat.

Dengan demikian, Muswil tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga momentum mengevaluasi peran DMI serta memperkuat kontribusi masjid dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Rapat perdana tersebut turut dihadiri Sekretaris DMI Sulsel H. Hasid Hasan Palogai, Bendahara DMI Sulsel H. Hasnawi Makatutu, Wakil Ketua Panitia H. Andi Muh. Yunus, Irham Said, Muh. Yusuf Sewang, Dr. Hj. Yuspiani, H.A. Mustamin Anshar, Abdul Samad, H. Muh. Naim, H.M. Asa'ad Mandas, Tamizi Tahir, Hasdar, dan Dr. Hasniati.

Melalui konsolidasi awal ini, panitia menargetkan seluruh kebutuhan kegiatan dapat dipetakan dan dikoordinasikan secara sistematis sebelum hari pelaksanaan.

Muswil DMI Sulsel 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 6–7 November di Makassar diharapkan berjalan lancar, menghasilkan kepemimpinan baru, serta melahirkan rekomendasi strategis bagi penguatan organisasi, pengembangan fungsi masjid, dan pemberdayaan umat di Sulawesi Selatan.