PAREPARE, BUKAMATANEWS — Pemerintah Kota Parepare mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2026 untuk mendukung pembangunan infrastruktur sanitasi dan penyediaan air bersih. Salah satu program yang tengah dikerjakan adalah pembangunan 68 titik tangki septik individual yang tersebar di sejumlah kelurahan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses sanitasi layak sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi teknis, Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, turun langsung meninjau sejumlah proyek infrastruktur dan sanitasi di wilayahnya, Rabu (14/10/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Tasming didampingi Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Parepare, Aswin, serta sejumlah pejabat terkait.
Lokasi yang dikunjungi meliputi pekerjaan betonisasi jalan di Jalan Tentara Pelajar, Kelurahan Lapadde, pengaspalan di Jalan Mukaddas, Kelurahan Lompoe, serta pengeboran sumur dalam di Jalan Kusuma.
Tasming juga memantau pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) dan tangki septik individual di Jalan Panroko, Kelurahan Bumi Harapan.
Peninjauan lapangan ini dilakukan untuk memastikan setiap pekerjaan memenuhi standar yang ditetapkan, selesai sesuai jadwal, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita turun meninjau langsung hasil pengerjaan infrastruktur jalan. Kita ingin memastikan kualitasnya agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Tasming.
Pengawasan Proyek Tak Hanya Berhenti pada Hasil Akhir
Tasming menegaskan, pengawasan pembangunan perlu dilakukan sejak proses pengerjaan hingga proyek selesai. Langkah tersebut penting untuk memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai petunjuk teknis dan kualitas pekerjaan tetap terjaga.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya mengejar penyelesaian fisik. Kualitas hasil pekerjaan dan manfaat yang dirasakan masyarakat harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
“Kami juga melihat proses pengerjaan pengeboran sumur dalam dan pembangunan tangki septik individual. Kita ingin proses pengerjaannya berjalan dengan baik sesuai petunjuk teknis. Semoga hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.
Pemkot Parepare, lanjut Tasming, akan terus memantau kualitas pekerjaan, ketepatan waktu penyelesaian, serta kesesuaian penggunaan anggaran pada setiap proyek pembangunan.
Pengawasan tersebut diharapkan dapat memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai perencanaan sekaligus mendorong penggunaan anggaran yang efektif dan bertanggung jawab.
68 Titik Septik Individual Dikerjakan secara Swakelola
Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Parepare, Suhandi, menjelaskan bahwa pembangunan sumur dalam dan tangki septik individual atau MCK tersebut didukung anggaran lebih dari Rp1 miliar yang bersumber dari DAK Tahun Anggaran 2026.
Khusus untuk pembangunan tangki septik individual, terdapat 68 titik yang dikerjakan dan tersebar di sejumlah kelurahan di Kota Parepare.
Pelaksanaan pembangunan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat. Pekerjaan juga dilaksanakan secara bertahap berdasarkan rencana yang telah ditetapkan.
“Ada 68 titik yang kita bangun untuk septik individual MCK. Pembangunannya tersebar di sejumlah kelurahan. Ini dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat dan secara bertahap,” jelas Suhandi.
Skema swakelola tersebut menempatkan masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan pembangunan. Dengan demikian, keterlibatan warga diharapkan dapat mendukung kelancaran pengerjaan sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap fasilitas yang dibangun.
Suhandi berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai batas waktu yang telah ditentukan agar fasilitas tersebut segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Perluas Akses Sanitasi dan Air Bersih
Pembangunan tangki septik individual dan pengeboran sumur dalam merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur dasar di Kota Parepare.
Ketersediaan fasilitas sanitasi yang layak berperan penting dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi risiko pencemaran. Sementara itu, pembangunan sumur dalam diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Melalui program yang didukung DAK 2026 tersebut, Pemkot Parepare berupaya memperkuat pelayanan infrastruktur dasar agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh warga.
Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan agar setiap fasilitas yang dibangun memenuhi standar teknis, berfungsi dengan baik, dan dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Dengan pembangunan 68 titik tangki septik individual serta pengerjaan infrastruktur pendukung lainnya, Pemkot Parepare berharap akses sanitasi layak dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat semakin meningkat.
BERITA TERKAIT
-
Wisuda ITH Habibie, Tasming Hamid Dorong Alumni Jadi Penggerak Pembangunan Parepare
-
Kabut Asap Selimuti Parepare, Tasming Hamid Pimpin Pembagian 1.750 Masker di 11 Titik
-
Kukuhkan Pengurus Korpri Parepare, Tasming Hamid Tekankan Soliditas ASN dan Realisasi Janji Politik
-
Jadi Pilot Project Kemenhan, Pemkot Parepare Utus ASN Terbaik Ikut Latihan Militer Komcad
-
Tasming Hamid: Musrenbang RKPD Jadi Kunci Arah Pembangunan Parepare 2027