MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah serius untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang diduga berkontribusi terhadap memburuknya kualitas udara di Sulawesi Selatan, termasuk Kota Makassar.
Desakan tersebut disampaikan menyusul kondisi kualitas udara yang dilaporkan memburuk dalam beberapa hari terakhir. WALHI Sulsel menilai, apabila asap kebakaran terbawa angin hingga ke wilayah Sulawesi Selatan, dampaknya dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat.
Kepala Departemen Eksternal WALHI Sulsel, Rahmat Kottir, mengatakan pemerintah pusat perlu segera mengoordinasikan upaya pemadaman karhutla dengan melibatkan seluruh pihak terkait.
“Sebagai kepala negara, kami mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera memadamkan karhutla di Kalimantan. Kebakaran tersebut berimbas pada kondisi udara yang semakin buruk di Sulawesi Selatan dan dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat,” kata Rahmat.
Menurut Rahmat, penanganan karhutla seharusnya tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika api telah meluas. Pemerintah, kata dia, perlu memperkuat langkah pencegahan dan deteksi dini agar kebakaran tidak terus berulang setiap tahun.
Ia menilai pola penanganan yang dilakukan selama ini belum cukup efektif untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.
“Seharusnya pemerintah melakukan pencegahan agar tidak terjadi kebakaran. Pemerintah harus mengambil pelajaran dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, yang terjadi saat ini justru lebih parah. Itu artinya, pemerintah tidak serius mencegah karhutla,” ujarnya.
Desak Penanganan Terpadu dan Pemulihan Hak Warga
Selain meminta percepatan pemadaman, WALHI Sulsel mendorong pemerintah mengonsolidasikan seluruh sumber daya dan melibatkan berbagai pihak dalam penanganan karhutla.
Rahmat mengatakan, upaya tersebut perlu mencakup pemadaman di lokasi kebakaran, pemulihan kawasan hutan dan lahan yang terdampak, serta pemulihan hak-hak masyarakat yang mengalami kerugian akibat kebakaran.
Ia juga meminta pemerintah menindak tegas pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Saat ini kondisi kebakaran sangat mengkhawatirkan. Kami meminta keseriusan Prabowo Subianto untuk segera mengonsolidasikan seluruh pihak dalam menghentikan kebakaran hutan, memulihkan hutan, serta memulihkan hak-hak rakyat yang terdampak,” tambahnya.
Menurut WALHI Sulsel, penanganan karhutla membutuhkan langkah terpadu antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pihak-pihak terkait lainnya. Upaya pencegahan dinilai sama pentingnya dengan pemadaman untuk menekan risiko terjadinya kebakaran berulang.
Kualitas Udara dan Risiko Kesehatan Jadi Perhatian
Memburuknya kualitas udara menjadi perhatian karena paparan partikel halus dari asap kebakaran dapat mengganggu kesehatan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan dan jantung.
WALHI Sulsel mengingatkan pentingnya langkah cepat untuk mengendalikan sumber kebakaran sekaligus melindungi masyarakat yang berpotensi terdampak asap.
Meski demikian, keterkaitan antara karhutla di Kalimantan dan penurunan kualitas udara di Sulawesi Selatan perlu dipastikan melalui data pemantauan kualitas udara, arah angin, serta informasi sebaran asap dari instansi berwenang.
WALHI Sulsel berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar kebakaran tidak semakin meluas dan dampaknya terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat dapat ditekan.
Desakan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak cukup dilakukan melalui pemadaman darurat. Pencegahan, penegakan hukum, pemulihan lingkungan, dan perlindungan masyarakat perlu menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan.
Penulis : Raihan
BERITA TERKAIT
-
DPR Dorong Hukuman Maksimal bagi Pelaku Karhutla, Robert J. Kardinal Usul Hukuman Mati
-
Sentil Pengendalian Karhutla, Partai Gelora: Tak Perlu Menhut Kalau Cuma Urus Pemadaman
-
Antisipasi Karhutla, Kapolres Selayar Imbau Warga Tak Bakar Lahan di Musim Kemarau
-
Malaysia Tempuh Jalur Diplomatik Atasi Kabut Asap Lintas Batas dari Indonesia
-
Tiga Petani Ditangkap, WALHI Sulsel Tuding Operasi Gakkum di Luwu Timur Terkait Kepentingan PT Vale