Redaksi : Senin, 12 Oktober 2026 18:48

MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menerima Brevet Kehormatan Kesehatan Penyelaman dan Hiperbarik dari Komando Daerah TNI Angkatan Laut VI (Kodaeral VI). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bagian dari peringatan Hari Kesehatan TNI Angkatan Laut Tahun 2026.

Penganugerahan berlangsung dalam upacara khidmat di Gedung Sultan Hasanuddin, Markas Komando Kodaeral VI Makassar, Senin (12/10/2026).

Tasming Hamid menjadi salah satu penerima brevet kehormatan bersama Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, serta sejumlah kepala daerah, pejabat TNI-Polri, pimpinan instansi, tenaga kesehatan, dan tokoh dari berbagai bidang.

Penganugerahan tersebut didasarkan pada Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Nomor Kep/2039/X/2026.

Brevet kehormatan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi, dedikasi, dan dukungan para penerima terhadap pengembangan kesehatan penyelaman serta hiperbarik di lingkungan TNI Angkatan Laut.

Dalam prosesi tersebut, Komandan Kodaeral VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, secara langsung menyematkan brevet kepada para pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan dan penerima lainnya.

Perkuat Sinergi Kesehatan Maritim

Dalam sambutannya, Andi Abdul Aziz menegaskan bahwa penganugerahan brevet kehormatan tidak sekadar menjadi simbol penghargaan, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap profesionalisme dan dedikasi prajurit kesehatan TNI Angkatan Laut.

Menurutnya, kesehatan penyelaman dan hiperbarik memiliki peran strategis dalam menjaga keselamatan serta kesiapan operasional penyelam. Bidang ini juga mendukung pelaksanaan misi kemanusiaan, khususnya dalam penanganan kesehatan yang berkaitan dengan aktivitas bawah air.

“Penyematan brevet kehormatan hiperbarik ini bukan sekadar simbol penghargaan, tetapi juga merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi, komitmen, dan semangat untuk bersinergi dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di lingkungan TNI Angkatan Laut, khususnya di bidang kedokteran bawah air dan terapi hiperbarik,” ujar Andi Abdul Aziz.

Ia menambahkan, Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Jala Ammari sebagai bagian dari Kodaeral VI terus berkomitmen mengembangkan pelayanan kesehatan yang modern dan profesional.

Salah satu layanan yang dikembangkan adalah terapi hiperbarik, yang tidak hanya diperuntukkan bagi prajurit TNI Angkatan Laut beserta keluarganya, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum yang membutuhkan sesuai indikasi medis.

Sebelum penyematan brevet, kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai mekanisme dan manfaat terapi hiperbarik oleh Kepala Rumah Sakit Angkatan Laut (Karumkital) Jala Ammari, Letkol Laut (K) dr. Suhadi, Spesialis Kedokteran Kelautan.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa terapi hiperbarik memanfaatkan oksigen dalam lingkungan bertekanan lebih tinggi untuk membantu penanganan kondisi medis tertentu, termasuk sejumlah gangguan kesehatan yang dialami penyelam.

Pengembangan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan maritim, terutama dalam mendukung kebutuhan personel TNI Angkatan Laut dan masyarakat di kawasan Indonesia Timur.

Tasming Hamid Apresiasi Penghargaan

Sementara itu, Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menyampaikan terima kasih atas penganugerahan brevet kehormatan yang diterimanya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran Kodaeral VI atas pelaksanaan peringatan Hari Kesehatan TNI Angkatan Laut Tahun 2026.

Penganugerahan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dan sinergi antara pemerintah daerah dengan TNI Angkatan Laut, khususnya dalam mendukung pengembangan pelayanan kesehatan dan pembangunan sektor maritim.

Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Pangkodau II Marsda TNI M. Untung Suropati, Pangdivif 3 Kostrad Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto, Kasdam XIV/Hasanuddin Brigjen TNI Ayi Lesmana, serta Danlanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Vincentius Endy Hadi Putra.

Brevet kehormatan serupa juga diberikan kepada sejumlah kepala daerah, yakni Bupati Maros Chaidir Syam, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, dan Bupati Bantaeng Muhammad Fathul Fauzy Nurdin.

Penerima lainnya berasal dari kalangan kesehatan, perbankan, dan akademisi, termasuk Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin, Pimpinan Bank Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda, serta sejumlah tenaga medis dan akademisi Universitas Hasanuddin.

Upacara penganugerahan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan pentingnya kolaborasi antara TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, unsur Forkopimda, dan kalangan profesional dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan maritim di Indonesia Timur. (*)