Redaksi
Redaksi

Jumat, 09 Oktober 2026 20:16

Makassar Leadership Summit 2026 Himpun 500 Pemimpin, Bahas Tantangan Kepemimpinan di Era AI

Makassar Leadership Summit 2026 Himpun 500 Pemimpin, Bahas Tantangan Kepemimpinan di Era AI

Makassar Leadership Summit 2026 menghadirkan lebih dari 500 pemimpin dan profesional untuk membahas kepemimpinan, transformasi digital, AI, dan keberlanjutan.

Diskusi tidak hanya menyoroti penggunaan teknologi AI, tetapi juga kesiapan pemimpin dan organisasi dalam menentukan kebutuhan bisnis, meningkatkan literasi AI, membangun kompetensi, serta memastikan penerapan teknologi memberikan nilai tambah bagi organisasi.

Pembahasan tersebut menegaskan pentingnya peran pemimpin dalam mengarahkan transformasi digital. Pemanfaatan teknologi perlu disertai pemahaman terhadap persoalan yang ingin diselesaikan dan kesiapan sumber daya manusia yang menjalankannya.

Tantangan lain dibahas dalam sesi Resilience Leadership: Turning Challenges into Growth yang menghadirkan Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong; Chief Executive Officer Kalla Aspal, Disa Rizky Novianty; serta Direktur MNC, Angela Tanoesoedibjo.

Ketiganya membawa perspektif mengenai cara pemimpin menghadapi tekanan, ketidakpastian, dan perubahan bisnis sembari menjaga kualitas keputusan.

Ketahanan kepemimpinan, dalam konteks tersebut, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bertahan menghadapi krisis, tetapi juga kemampuan menjadikan pengalaman sulit sebagai pembelajaran untuk memperkuat organisasi.

MLS 2026 Dorong Perspektif Kepemimpinan Lintas Sektor

Ketua Panitia Makassar Leadership Summit 2026, Fauziah Zulfitri, S.Psi., M.M., PCC, mengatakan keberagaman pembicara dan perspektif merupakan bagian dari rancangan forum tersebut.

Menurutnya, tantangan kepemimpinan saat ini membutuhkan ruang dialog yang mempertemukan pengalaman dari sektor pemerintahan, bisnis, sumber daya manusia, teknologi, hingga komunitas.

“Dunia yang berubah membutuhkan cara memimpin yang juga terus berkembang. Karena itu, MLS 2026 tidak kami desain untuk menawarkan satu formula tentang leadership, tetapi untuk mempertemukan berbagai perspektif dari public leadership, business, people, technology, hingga emerging leaders,” ujarnya.

Ia berharap diskusi yang berlangsung dalam forum tersebut tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi dapat mendorong pemimpin menerapkan pendekatan yang lebih relevan dengan kebutuhan organisasi masing-masing.

“Harapannya, percakapan yang terjadi di sini tidak berhenti sebagai insight, tetapi menjadi refleksi yang mendorong pemimpin untuk mengambil keputusan dan tindakan yang lebih relevan bagi organisasinya,” tambahnya.

Rangkaian Makassar Leadership Summit 2026 ditutup dengan sesi refleksi yang mengajak peserta merumuskan komitmen praktis untuk diterapkan setelah kembali ke organisasi masing-masing.

Pertanyaan yang menjadi penutup forum tersebut adalah, “What will I do differently as a leader starting tomorrow?” atau apa yang akan dilakukan secara berbeda sebagai pemimpin mulai esok hari.

Pertanyaan itu merangkum pesan utama MLS 2026 bahwa kepemimpinan tidak cukup diwujudkan melalui jabatan, gagasan, atau partisipasi dalam forum. Kepemimpinan juga diuji melalui nilai yang dipegang, keputusan yang diambil, perubahan yang dijalankan, dan dampak yang dihasilkan.

Dengan melibatkan lebih dari 500 peserta dan 18 pembicara dari beragam latar belakang, Makassar Leadership Summit 2026 menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai masa depan kepemimpinan Indonesia, dengan menempatkan nilai, adaptasi terhadap perubahan, dan dampak jangka panjang sebagai bagian penting dari pembahasan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Makassar Leadership Summit 2026 #apindo