Hanura Makassar Bidik Lima Kursi DPRD, PAC Diminta Bergerak hingga Akar Rumput
09 Oktober 2026 20:21
Makassar Leadership Summit 2026 menghadirkan lebih dari 500 pemimpin dan profesional untuk membahas kepemimpinan, transformasi digital, AI, dan keberlanjutan.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Lebih dari 500 pemimpin dan profesional dari berbagai sektor berkumpul dalam Makassar Leadership Summit (MLS) 2026 di Sandeq Ballroom, Claro Hotel Makassar, Kamis (8/10/2026). Forum ini membahas tantangan kepemimpinan di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI), transformasi organisasi, tuntutan keberlanjutan, serta dinamika dunia kerja yang semakin kompleks.

Mengusung tema “The Future of Leadership Starts Here”, kegiatan yang diselenggarakan oleh PMSM, GNIK, dan APINDO tersebut menghadirkan 18 pembicara dari berbagai latar belakang, mulai dari mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, kepala daerah, pimpinan perusahaan, praktisi sumber daya manusia, pemimpin teknologi digital, hingga pelatih kepemimpinan.
Peserta yang berasal dari lebih dari sembilan sektor industri menjadikan MLS 2026 sebagai ruang dialog lintas sektor untuk berbagi pengalaman dan memperluas perspektif mengenai arah kepemimpinan di masa depan.
Salah satu sorotan utama forum ini adalah pentingnya pemimpin menyeimbangkan pencapaian bisnis, pengembangan manusia, pemanfaatan teknologi, dan keberlanjutan dalam mengambil keputusan strategis.

Jusuf Kalla Angkat Nilai Kepemimpinan dari Indonesia Timur
Makassar Leadership Summit 2026 dibuka dengan keynote speech Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, melalui sesi Leading from the East.
Dalam paparannya, Jusuf Kalla menyoroti nilai-nilai kepemimpinan yang tumbuh dari budaya Indonesia Timur, khususnya tradisi Bugis, sebagai landasan dalam membaca situasi, mengambil keputusan, dan membangun kepercayaan.
“Indonesia Timur memiliki kekayaan nilai kepemimpinan yang tumbuh dari budayanya. Dari tanah Bugis, kita belajar bahwa kepemimpinan bukan sekadar tentang memimpin, tetapi tentang nilai yang menjadi pegangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan empat nilai yang dinilai relevan dalam kepemimpinan, yakni macca atau kecerdasan membaca keadaan dan melihat peluang, warani atau keberanian mengambil keputusan dan menghadapi risiko, getteng atau keteguhan menjalankan keputusan, serta malempu yang mencerminkan kejujuran dalam membangun dan menjaga kepercayaan.
Perspektif tersebut menempatkan nilai dan karakter sebagai fondasi kepemimpinan, di tengah tuntutan perubahan yang mengharuskan pemimpin bersikap adaptif sekaligus konsisten terhadap prinsip yang dipegang.
Munafri Tekankan Kepemimpinan Inklusif dan Berkelanjutan
Pembahasan kemudian berlanjut melalui sesi Inclusive & Sustainable Leadership: People, Planet and Long-Term Values yang menghadirkan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Chief Human Capital Officer PT Vale Indonesia, Heriyanto Agung Putra.
09 Oktober 2026 20:21
09 Oktober 2026 20:01
09 Oktober 2026 19:39
09 Oktober 2026 11:25
09 Oktober 2026 09:28
09 Oktober 2026 11:31
09 Oktober 2026 18:15
09 Oktober 2026 18:24