43 Makalah Ilmiah Dibahas di Makassar, Simpul Pangan Nusantara Perkuat Ketahanan Pangan Sulsel di Tengah Krisis Iklim
Simpul Pangan Nusantara merupakan bagian dari rangkaian penutupan kegiatan riset-aksi Land4Lives, yang telah dilaksanakan ICRAF bersama Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Bone sejak 2021.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Peneliti, dosen, mahasiswa, pemerintah daerah, dan pegiat pangan berkumpul di Kota Makassar untuk membahas cara memperkuat ketahanan pangan Sulawesi Selatan di tengah perubahan iklim. Konferensi ilmiah sistem pangan berkelanjutan Simpul Pangan Nusantara, di UNHAS Hotel and Convention, Rabu, 7 Oktober 2026, menghadirkan 43 makalah dan 19 poster ilmiah yang mencakup topik dari kebun pekarangan rumah tangga hingga tata kelola daerah aliran sungai dan kebijakan provinsi.

Konferensi ini diselenggarakan oleh ICRAF Indonesia, yang kini memakai nama operasional Landscape Alliance, bersama Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Sulawesi Selatan dan Universitas Hasanuddin. Acara dibuka oleh Asisten 1 Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Dr. M. Ishaq Iskandar. Guru Besar Universitas Hasanuddin Prof. Rinaldi Sjahrir dan Direktur Asia Landscape Alliance Dr. Sonya Dewi menyampaikan pidato ilmiah kunci.
Makassar menjadi lokasi seri kedua dari tiga seri regional Simpul Pangan Nusantara. Seri pertama berlangsung di Kupang pada 16 September 2026 lalu, dan seri terakhir akan digelar di Palembang pada 28 Oktober 2026 mendatang. Konferensi ini menjadi ruang diseminasi ilmiah untuk menghubungkan praktik di tingkat tapak dengan perencanaan di tingkat lanskap dan kebijakan daerah.
Konferensi terdiri atas sesi makalah paralel dalam empat tema, yaitu inovasi tapak, agroforestri, dan pertanian cerdas iklim; kelembagaan, gender, inklusi sosial, dan ekonomi komunitas; diversifikasi konsumsi, sistem pangan lokal, dan ketahanan gizi; serta tata kelola lanskap, pemetaan spasial, dan kebijakan.

Selain itu, ada sesi poster ilmiah dan Semeja Makan, dialog multipihak yang mempertemukan pemangku kebijakan, akademisi, pegiat pangan, dan perwakilan generasi muda.
Land4Lives Dukung Ketahanan Pangan dan Gizi
Simpul Pangan Nusantara merupakan bagian dari rangkaian penutupan kegiatan riset-aksi Land4Lives, yang telah dilaksanakan ICRAF bersama Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Bone sejak 2021. Proyek ini didukung oleh Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada. Ketahanan pangan dan gizi menjadi salah satu fokus riset-aksi ini.
Di Kabupaten Bone, Land4Lives telah mendampingi pembangunan 43 kebun pangan komunal dan 506 kebun pekarangan keluarga, yang ditopang dua rumah benih. Sebanyak 605 warga, 73 persen diantaranya perempuan, mengikuti peningkatan kapasitas tentang pangan lokal, gizi, dan ketahanan iklim.
Pendekatan Isi Piringku berbasis pangan lokal kini terintegrasi ke layanan seluruh 38 puskesmas di Bone, termasuk melalui posyandu, pelayanan antenatal, dan pemantauan tumbuh kembang anak.
Lewat program PAPA Gizi bersama DP3A dan DP2KB Kabupaten Bone, 65 fasilitator telah dilatih untuk mengajak para ayah ikut memperhatikan gizi keluarga.
Praktik kebun pangan ini juga diteruskan melalui program pemerintah daerah. Bersama Dinas Ketahanan Pangan, pendekatan ini diterapkan pada 17 kelompok tani di 17 desa penerima Program Desa B2SA.
Bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, pendekatan yang sama diterapkan pada 35 kelompok tani di 18 desa penerima program Pekarangan Pangan Bergizi.
Di jenjang pendidikan, Land4Lives bersama Dinas Pendidikan Bone mengembangkan kurikulum muatan lokal "Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim". Kurikulum ini diujicobakan di 32 SD dan SMP dengan lebih dari 2.000 siswa, lalu disahkan melalui Peraturan Bupati Bone Nomor 459 Tahun 2025 untuk diterapkan di seluruh SD dan SMP mulai tahun ajaran 2026/2027.
Inisiatif mulok pangan lokal yang digagas oleh Land4Lives juga menjadi salah satu contoh dalam penyusunan panduan pendidikan pangan dan gizi berbasis sumber daya lokal oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Sebagai pelengkap, WikiPangan.id sebagai sistem platform pengelolaan pengetahuan tentang pangan lokal dikembangkan bersama komunitas di Sulawesi Selatan sejak 2024. Sebanyak 56 kontributor sukarela telah menulis lebih dari 140 artikel tentang bahan dan olahan pangan Sulawesi Selatan, yang kini juga menjadi bahan ajar bagi guru muatan lokal.
Di tingkat provinsi, Land4Lives turut mengawal pengarusutamaan ketahanan iklim, ketahanan pangan, dan keadilan gender ke dalam RPJPD Sulawesi Selatan 2025–2045 dan RPJMD Sulawesi Selatan 2025–2029. Kedua dokumen tersebut antara lain memuat arah diversifikasi sistem pangan lokal yang tangguh iklim.
Rangkaian penutupan Land4Lives di Sulawesi Selatan berlanjut dengan Dialog Multipihak di Makassar pada 8 Oktober 2026. (*)
News Feed
Sumpah Advokat di Pengadilan Tinggi Makassar, PERADI Bersatu Dorong Integritas Digital
07 Oktober 2026 19:50
Pokja Bunda PAUD Makassar Terima Studi Tiru Pokja Bunda PAUD Mataram
07 Oktober 2026 19:44
Dinkes Pinrang Mulai Kampanye GERMAS di Tingkat Kecamatan
07 Oktober 2026 19:36
Pemprov Sulsel Jemput Atlet Peraih Medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026
07 Oktober 2026 19:29
