Redaksi
Redaksi

Minggu, 04 Oktober 2026 10:54

Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora)  Indonesia sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu)  RI Anis Matta
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta

Anis Matta: Gelora Harus Bangun Cerita Besar untuk Menangkan Pemilu 2029

Partai Gelora tidak perlu meniru strategi partai besar. Kader harus memahami cara partai lain bekerja, tetapi membangun strategi yang sesuai dengan karakter dan kekuatan Gelora.

JAKARTA,BUKAMATANEWS — Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta meminta seluruh pengurus dan kader untuk memperkuat kemampuan membangun narasi dan cerita yang mampu menghubungkan kehidupan masyarakat dengan perjuangan politik Partai Gelora.

Hal itu disampaikan Anis Matta saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi dan Bimbingan Teknis Nasional Desk Rekrutmen Anggota Partai Gelora di Jakarta, Sabtu (3/10/2026) malam.

Kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis memperkuat basis massa dan struktur partai di seluruh penjuru tanah air.

Dihadiri Sekretaris Jenderal Partai Gelora Mahfuz Sidik, Bendahara Umum Achmad Rilyadi, Ketua Koordinatror Pelaksana Harian DPP Partai Gelora Rofi’ Munawar, Ketua Korbid Pemenangan Teritori Ahmad Faradis, serta Ketua Korbid Penggalangan DPP Partai Gelora sekaligus Ketua Desk Rekruitmen Anggota Pusat Triwisaksana.

Selain itu, hadir pula para Ketua Pemenangan Teritori (KPT) Partai Gelora, serta Ketua dan Sekretaris Desk Rekrutmen Anggota Wilayah dari seluruh Indonesia.

Menurut Anis Matta, kekuatan utama partai bukan semata-mata pada jumlah sumber daya, melainkan kemampuan membangun cerita yang membuat masyarakat merasa memiliki kepentingan langsung untuk bergabung dan bergerak bersama.

“Semua bermula dari cerita. Yang membuat orang bergabung dengan Partai Gelora kalau kita bisa menjawab dan membuat satu cerita bahwa ini tentang hidupnya dia, bukan tentang kita,” kata Anis Matta.

Anis Matta menilai narasi besar tentang ancaman krisis global yang selama ini disampaikan Gelora perlu diturunkan menjadi cerita yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Sebab, menurut dia, isu besar seperti krisis global dan perubahan geopolitik sering kali terasa abstrak bagi masyarakat yang setiap hari masih berhadapan dengan persoalan ekonomi dan kehidupan sehari-hari.

“Sekarang waktunya kita menurunkan narasi besar menjadi sebuah cerita,” ujarnya.

Anis Matta meminta kader agar tidak minder hanya karena Gelora merupakan partai yang relatif baru dan memiliki sumber daya lebih kecil dibanding partai-partai besar.

Ia justru berharap kader mencari cara sendiri untuk memenangkan pertarungan politik. “Bagi partai yang kecil seperti kita ini, kemampuan terbesar yang dibutuhkan adalah political engineering,” katanya.

Menurut dia, Partai Gelora tidak perlu meniru strategi partai besar. Kader harus memahami cara partai lain bekerja, tetapi membangun strategi yang sesuai dengan karakter dan kekuatan Gelora.

“Bacalah semua cara partai lain untuk menang, tapi jangan ikuti itu. Kita membuat cara kita sendiri sesuai dengan jalan yang kita tempuh,” tegasnya.

Dalam menghadapi Pemilu 2029, Anis Matta meminta kader di setiap wilayah membangun imajinasi politik tentang target yang ingin dicapai.

Sebab, setiap perubahan besar berawal dari imajinasi yang kemudian diterjemahkan menjadi energi, tekad, dan tindakan.

“Jangan merasa kecil hati, kalau hayalannya besar. Kalau nanti sudah turun ke hati, dia jadi energi, jadi tekad dan membuat kita bergerak,” ujarnya.

Selain membangun visi, Anis Matta menekankan pentingnya kader mengatasi rasa tidak berdaya dan ketidakpercayaan diri yang dapat menghambat gerakan politik, serta mampu berpikir jernih dalam mencari solusi.

Karena itu, kader Partai Gelora diharapkan memperkuat hubungan spiritual melalui salat, doa, dan memohon petunjuk Allah SWT dalam menentukan langkah politik.

Anis menegaskan, bahwa tantangan utama Gelora dalam agenda rekrutmen Abukan sekadar membuat masyarakat menjadi anggota partai, tetapi menjawab pertanyaan mendasar: mengapa seseorang perlu bergabung dengan Gelora?

“Mengapa orang mesti bergabung, kita akan masuk ke dalam pikiran orang yang paling dalam, ke dalam psikologi pemilih. Kita harus menghubungkan masa depan masyarakat dengan masa depan Gelora,” katanya

Wamenlu RI Urusan Timur Tengah ini Ia menilai masyarakat tidak boleh ditempatkan hanya sebagai pengikut, tetapi sebagai pelaku perubahan.

Karena gagasan ‘Bergabung, Bertumbuh, Berdampak’ sebagai bagian dari cerita besar Gelora. “Yang kita ajak bukan sekadar menjadi follower, tapi menjadi pelaku,” ujarnya.

Jika pertanyaan mendasar tentang alasan masyarakat bergabung dengan Partai Gelora sudah terjawab, maka persoalan teknis seperti mekanisme keanggotaan dan tahapan setelah bergabung dapat diselesaikan kemudian.

Anis Matta berharap seluruh fungsionaris Partai Gelora menjadikan agenda rekrutmen sebagai momentum untuk membangun cerita baru yang mampu memperkuat keyakinan kader sekaligus menarik lebih banyak masyarakat menjelang Pemilu 2029.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Partai Gelora Indonesia #Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta