Redaksi : Kamis, 01 Oktober 2026 14:59

JAKARTA, BUKAMATANEWS — Pergantian pucuk pimpinan Polri memasuki tahap akhir. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2026) siang.

Pelantikan tersebut dilakukan setelah DPR RI menyetujui Suyudi sebagai Kapolri dalam rapat paripurna pada Kamis pagi. Suyudi akan menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang telah memimpin Korps Bhayangkara sejak Januari 2021.

Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pelantikan Suyudi akan dilakukan setelah proses pengesahan di parlemen rampung. Informasi sebelumnya menyebut pelantikan dijadwalkan berlangsung setelah zuhur, sementara sejumlah laporan menyebut agenda tersebut berada di kisaran pukul 13.30–14.00 WIB.

Suyudi Disetujui DPR Secara Aklamasi

Sebelum mendapat persetujuan dalam rapat paripurna, Suyudi menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR.

Hasil uji tersebut kemudian dibawa ke rapat paripurna. Komisi III menyatakan secara aklamasi menyetujui Suyudi untuk menduduki jabatan Kapolri sekaligus menyetujui pemberhentian Listyo Sigit dari jabatan tersebut.

Suyudi merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Sebelum diusulkan menjadi Kapolri, ia menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Ia juga pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polri, antara lain Kapolda Banten dan Wakapolda Metro Jaya. Pengalamannya banyak bersinggungan dengan bidang reserse dan penegakan hukum.

Isu Reshuffle Kabinet Ikut Beredar

Agenda pelantikan Kapolri turut diwarnai kabar mengenai kemungkinan perombakan kabinet pemerintahan Prabowo.

Sejumlah nama pejabat disebut-sebut akan mengalami perubahan posisi. Namun, nama-nama yang beredar tersebut belum seluruhnya dikonfirmasi sebagai bagian dari keputusan resmi Presiden.

Salah satu isu yang muncul adalah kemungkinan perubahan posisi Jenderal Listyo Sigit setelah tidak lagi menjabat Kapolri. Sejumlah laporan menyebut namanya dikaitkan dengan posisi Kepala Staf Kepresidenan (KSP), tetapi keputusan mengenai jabatan tersebut merupakan kewenangan Presiden.

Nama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga disebut dalam isu perombakan kabinet. Namun, kabar tersebut masih berupa isu yang beredar dan belum menjadi keputusan resmi.

Dengan demikian, perhatian publik pada agenda di Istana tidak hanya tertuju pada pelantikan Suyudi sebagai Kapolri. Kemungkinan adanya perubahan sejumlah posisi pemerintahan juga menjadi bagian dari dinamika politik pemerintahan Prabowo pada Kamis ini.

Sementara itu, kepastian mengenai susunan pejabat yang akan dilantik dan perubahan posisi dalam kabinet tetap menunggu pengumuman resmi dari Presiden atau pihak Istana.