Redaksi
Redaksi

Minggu, 27 September 2026 19:11

Kampung Nelayan Merah Putih di Luwu Utara Diperkuat, 20 Lokasi Diusulkan Tahun Depan

Kampung Nelayan Merah Putih di Luwu Utara Diperkuat, 20 Lokasi Diusulkan Tahun Depan

Pembangunan KNMP di Luwu Utara senilai sekitar Rp11 miliar ditinjau Penasihat Menteri KKP. Pemkab mengusulkan perluasan hingga 20 lokasi pada 2027.

LUTRA, BUKAMATANEWS - Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Luwu Utara terus dikebut sebagai bagian dari upaya memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Progres pembangunan tersebut ditinjau langsung Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan, Dr. Y. Paonganan, di dua lokasi pada September 2026.

Peninjauan dilakukan di Desa Munte, Kecamatan Tanalili, dan Desa Tamuku, Kecamatan Bone-Bone. Kunjungan tersebut untuk melihat perkembangan pembangunan sekaligus memastikan berbagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan berjalan sesuai rencana.

Dr. Y. Paonganan mengatakan pembangunan KNMP Luwu Utara tahun 2026 mendapat dukungan anggaran sekitar Rp11 miliar. Anggaran tersebut diarahkan untuk membangun fasilitas yang dapat menunjang kegiatan nelayan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir.

"Kunjungan di dua lokasi tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana," tuturnya, Sabtu (17/9/2026).

Fasilitas Lengkap untuk Dukung Aktivitas Nelayan

Dalam kunjungan tersebut, Paonganan tidak hanya melihat progres fisik pembangunan, tetapi juga meninjau sejumlah fasilitas yang disiapkan untuk mendukung aktivitas nelayan dari hulu hingga hilir.

Fasilitas yang dibangun meliputi pabrik es, cold storage, bengkel perbekalan, kios nelayan, shelter pendaratan ikan, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBUN).

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat memangkas berbagai kendala yang selama ini dihadapi nelayan, mulai dari persiapan sebelum melaut hingga penanganan hasil tangkapan setelah kembali ke darat.

"Kehadiran fasilitas Ini diharapkan dapat mendukung nelayan mulai dari persiapan melaut, pendaratan dan penyimpanan hasil tangkapan hingga pemasaran. KNMP juga diarahkan untuk meningkatkan hasil tangkapan, memperluas akses pasar perikanan, serta mendukung penyerapan hasil tangkapan nelayan melalui offtaker," tandasnya.

Dengan fasilitas penunjang yang terintegrasi, KNMP diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai kawasan permukiman nelayan, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan rantai usaha perikanan di wilayah pesisir Luwu Utara.

Pemkab Usulkan 15–20 Lokasi pada 2027

Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menyambut pembangunan KNMP tersebut dengan mendorong perluasan program ke wilayah pesisir lainnya.

Bupati Luwu Utara meminta agar pembangunan KNMP tidak berhenti pada lokasi yang telah ditetapkan pada 2026. Pemkab Luwu Utara bahkan mengusulkan pembangunan KNMP di sekitar 15 hingga 20 lokasi pada 2027.

Usulan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat pesisir terhadap fasilitas pendukung usaha perikanan. Dengan semakin banyaknya kawasan yang terjangkau program, manfaat pembangunan diharapkan dapat dirasakan oleh lebih banyak nelayan dan pelaku usaha perikanan.

Perluasan KNMP juga diharapkan mampu memperkuat mata rantai usaha perikanan, mulai dari penyediaan kebutuhan melaut, pendaratan hasil tangkapan, penyimpanan, pengolahan hingga pemasaran.

Pemerintah daerah berharap pengembangan tersebut dapat mendorong aktivitas ekonomi baru di kawasan pesisir sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perikanan.

Dengan demikian, pembangunan KNMP di Luwu Utara tidak hanya diarahkan pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Luwu Utara #Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim