Redaksi : Sabtu, 26 September 2026 17:16
Ketua KONI Maros, Chaerul Syahab

MAROS, BUKAMATANEWS — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Maros memperketat pengawasan persiapan atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026. Ketua KONI Maros, Chaerul Syahab, turun langsung meninjau pemusatan latihan untuk memastikan kesiapan fisik, mental, dan teknis atlet di berbagai cabang olahraga (cabor).

Sejak 12 September 2026, pengurus KONI Maros melakukan kunjungan ke lokasi latihan atlet, dimulai dari cabang olahraga berkuda dan binaraga. Selain memantau perkembangan latihan, KONI juga memfasilitasi pemeriksaan kesehatan serta membagikan vitamin dan suplemen untuk membantu menjaga kondisi fisik atlet di tengah meningkatnya intensitas persiapan.

Dari total 33 cabang olahraga yang menjadi sasaran pemantauan, sebanyak 22 cabor telah dikunjungi. Sementara itu, 11 cabor lainnya dijadwalkan mendapat kunjungan secara bertahap dalam beberapa hari berikutnya.

Ketua KONI Maros, Chaerul Syahab, mengatakan hasil peninjauan menunjukkan para atlet telah menjalani persiapan dengan serius. Sejumlah cabang olahraga bahkan menerapkan strategi khusus untuk meningkatkan performa dan mengoptimalkan pelaksanaan training center (TC).

“Semua cabor sangat siap. Ada dinamika menarik yang kami temui di lapangan, seperti Cabor Bulutangkis yang menyewa rumah khusus untuk memfasilitasi atletnya TC terpusat agar pengawasan kondisi atlet lebih mudah. Kempo juga menambah jam latihan dari sore hingga malam, begitu pula Akuatik yang meningkatkan volume latihan dari 3 kali menjadi 6 kali seminggu,” ujar Chaerul, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Chaerul, variasi strategi latihan tersebut menunjukkan keseriusan masing-masing cabang olahraga dalam mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi tingkat provinsi. Pemusatan latihan yang lebih terarah diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan, menjaga kondisi atlet, dan mendukung pencapaian performa terbaik saat bertanding.

Bukan Sekadar Memantau Latihan

Chaerul menegaskan, kunjungan langsung ke lokasi latihan bukan sekadar agenda formalitas. Kehadiran pengurus KONI di tengah atlet merupakan bentuk dukungan moril sekaligus upaya memastikan kebutuhan atlet selama masa persiapan mendapat perhatian.

Menurut dia, dukungan terhadap atlet tidak cukup hanya melalui pembiayaan. Pendampingan dan perhatian terhadap kondisi fisik maupun mental juga diperlukan, terutama ketika intensitas latihan meningkat menjelang kompetisi.

“Mungkin pendekatan seperti ini baru di KONI Maros, kami pimpinan langsung turun ke cabor-cabor. Kami paham selain dukungan finansial, mereka butuh dukungan moril. Oleh karena itu, dalam kunjungan ini kami juga menyertakan cek kesehatan serta penyaluran vitamin dan suplemen agar kondisi fisik atlet tetap prima di tengah intensitas latihan yang meningkat,” tegasnya.

Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam pemantauan tersebut. Dengan kondisi fisik yang terjaga, atlet diharapkan dapat menjalani program latihan secara optimal tanpa mengabaikan aspek kesehatan.

Sebanyak 22 Cabor Telah Dikunjungi

Hingga 26 September 2026, KONI Maros telah meninjau persiapan 22 cabang olahraga, yakni berkuda, binaraga, panahan, sepak takraw, karate, pencak silat, kempo, dancesport, balap sepeda, tenis lapangan, balap motor, judo, akuatik, atletik, bulutangkis, sepak bola, tinju, muaythai, yongmodo, futsal, bridge, dan catur.

Adapun 11 cabang olahraga yang belum dikunjungi meliputi dayung, anggar, e-sport, selam, petanque, bola voli, senam, tenis meja, biliar, taekwondo, dan panjat tebing. Kunjungan ke cabang-cabang tersebut akan dilakukan secara bertahap.

Pemantauan menyeluruh ini menjadi bagian dari upaya KONI Maros memastikan setiap cabang olahraga memperoleh perhatian selama masa persiapan. Dengan pendampingan langsung dan pengawasan terhadap kondisi atlet, Maros berharap kontingennya dapat tampil maksimal pada Porprov Sulsel 2026.

Meski demikian, kesiapan akhir kontingen tetap akan ditentukan oleh perkembangan latihan, kondisi atlet, serta evaluasi teknis masing-masing cabang olahraga menjelang pertandingan.