Redaksi
Redaksi

Selasa, 22 September 2026 12:01

Jelang Sidang PBB, AS Tolak Visa Jurnalis Kepresidenan Iran

Jelang Sidang PBB, AS Tolak Visa Jurnalis Kepresidenan Iran

Tim media Presiden Iran ditolak visa oleh Amerika Serikat menjelang Sidang Majelis Umum PBB. Teheran mengkritik pembatasan akses jurnalistik dan informasi.

BUKAMATANEWS - Rencana kehadiran Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York diwarnai persoalan akses media. Pemerintah Amerika Serikat menolak visa bagi tim pers kepresidenan Iran yang dijadwalkan meliput agenda tersebut.

Penolakan visa itu memicu kritik dari Teheran. Kementerian Luar Negeri Iran menilai kebijakan Washington berpotensi membatasi akses publik terhadap informasi dan menghambat kerja jurnalistik.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan kritik tersebut melalui akun media sosial X. Ia menyoroti pembatasan terhadap jurnalis asing, termasuk tim media Presiden Iran.

“Ketika sebuah pemerintahan menutup pintu rapat-rapat, bahkan terhadap jurnalis Amerika yang tidak mereka sukai, dan menghalangi wartawan asing, termasuk tim media Presiden Iran yang suaranya ingin mereka bungkam, tindakan itu bukanlah bentuk pengaturan akses,” tulis Baghaei di akun media sosial X.

Baghaei menuding kebijakan tersebut sebagai upaya menyembunyikan kebenaran dan mempertahankan kampanye disinformasi dengan membatasi hak atas akses informasi.

Persoalan Akses Media di Tengah Ketegangan Washington-Teheran

Penolakan visa terhadap tim media Iran berlangsung menjelang agenda tahunan Majelis Umum PBB di New York. Presiden Masoud Pezeshkian dijadwalkan menghadiri pertemuan tersebut, sementara hubungan Iran dan Amerika Serikat masih berada dalam situasi tegang.

Persoalan akses media juga muncul di dalam negeri Amerika Serikat. Sejumlah media, termasuk CNN, MSNBC, dan Politico, disebut menghadapi pencabutan izin liputan di Gedung Putih.

Kebijakan terhadap jurnalis Iran dan pembatasan akses sejumlah media AS menambah sorotan terhadap hubungan pemerintah dan pers, terutama menjelang agenda diplomatik internasional.

Di sisi lain, pemerintah Iran menilai penolakan terhadap tim medianya mempersempit ruang penyampaian informasi mengenai posisi Teheran di forum internasional.

Persoalan tersebut menjadi bagian dari dinamika hubungan Iran dan Amerika Serikat yang tidak hanya berkaitan dengan diplomasi, tetapi juga dengan akses informasi dan pemberitaan di tengah konflik kedua negara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Sidang PBB

Berita Populer