ESDM Ungkap Potensi Energi Angin Saat El Nino, Bisa Topang Listrik Sulsel
18 September 2026 21:42
Keberadaan dryer di sejumlah wilayah juga diharapkan dapat mengurangi kendala kelompok tani dalam menangani hasil produksi sekaligus membantu menjaga kualitas komoditas sebelum dipasarkan.
TAKALAR, BUKAMATANEWS - Pemerintah Kabupaten Takalar tak ingin petani hanya fokus mengejar hasil produksi. Penanganan komoditas setelah panen juga menjadi perhatian, salah satunya dengan memperkuat fasilitas dryer atau mesin pengering hasil pertanian di sejumlah sentra produksi.

Upaya tersebut terus didorong Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye melalui komunikasi dan koordinasi dengan Kementerian Pertanian. Pemkab Takalar berharap tambahan fasilitas pascapanen dapat membantu petani menangani hasil produksi secara lebih optimal sebelum dipasarkan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Takalar, Parawangsa, mengatakan komunikasi dengan pemerintah pusat merupakan bagian dari upaya memperjuangkan kebutuhan sarana pertanian bagi petani.
Menurutnya, fasilitas pascapanen menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas hasil produksi petani.

“Dryer jagung 10 ton per hari ini untuk Kelompok Tani Massamaturu, Kelurahan Mangadu, Kecamatan Mangarabombang, dan Kelompok Tani Makmur, Desa Banyuanyara, Kecamatan Sanrobone,” kata Parawangsa.
Empat Dryer Ditargetkan Beroperasi
Parawangsa menjelaskan, dukungan fasilitas pascapanen di Takalar terus bertambah melalui program Kementerian Pertanian.
Saat ini, dua unit dryer tengah dalam tahap pembangunan dan hampir rampung. Masing-masing terdiri atas dryer jagung berkapasitas 10 ton per hari dan dryer padi berkapasitas 30 ton per hari.
Tak hanya itu, satu unit dryer jagung dengan kapasitas 10 ton per hari juga akan ditambahkan pada bulan ini. Proses pengadaan fasilitas tersebut telah memasuki tahap kontrak.
“Ditambah dua lagi yang sementara dalam proses pengusulan ke Kementerian Pertanian. Jadi, hampir pasti tahun ini sudah ada empat dryer yang akan beroperasi di Takalar,” jelasnya.
Penambahan fasilitas tersebut diharapkan memperkuat penanganan hasil panen petani, khususnya dalam proses pengeringan yang membutuhkan sarana memadai.
Keberadaan dryer di sejumlah wilayah juga diharapkan dapat mengurangi kendala kelompok tani dalam menangani hasil produksi sekaligus membantu menjaga kualitas komoditas sebelum dipasarkan.
Parawangsa mengatakan, penguatan fasilitas pascapanen merupakan bagian dari upaya Pemkab Takalar memenuhi kebutuhan petani.
Pemerintah daerah, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengupayakan tambahan sarana pertanian sesuai kebutuhan di lapangan.
“Penguatan sektor pertanian tidak hanya dilakukan pada tahap produksi, tetapi juga mencakup penanganan hasil setelah panen,” ujarnya.
Bupati Takalar: Pascapanen Juga Harus Diperhatikan
Sementara itu, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mengatakan kebutuhan petani menjadi salah satu hal yang terus dikomunikasikan dengan pemerintah pusat.
”Yang kita dorong bukan hanya bagaimana petani menghasilkan produksi, tetapi bagaimana hasil panennya bisa ditangani dengan baik. Karena itu, fasilitas pascapanen seperti dryer harus kita dekatkan dengan kebutuhan kelompok tani,” kata Daeng Manye.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus mengawal pemanfaatan fasilitas tersebut agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan petani dan memberikan manfaat bagi kelompok tani di Takalar.
18 September 2026 21:42
18 September 2026 21:23
18 September 2026 18:38
18 September 2026 18:33
18 September 2026 13:45
18 September 2026 10:42
18 September 2026 11:05
18 September 2026 13:45
18 September 2026 18:38
18 September 2026 18:33