Redaksi : Kamis, 17 September 2026 17:12

MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Wajah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, perlahan mulai berubah total.

Kawasan yang selama bertahun-tahun identik dengan gunung sampah dan praktik open dumping itu kini mulai terlihat lebih tertata.

Timbunan sampah perlahan ditutup dan dikelola, sementara bau menyengat yang sebelumnya cukup kuat mulai berkurang.

Di tengah proses pembenahan tersebut, Pemerintah Kota Makassar juga menata keberadaan sapi-sapi ternak yang selama ini berkeliaran di sekitar kawasan TPA.

Sejumlah sapi kini mulai ditempatkan di area penangkaran sementara atau ranch yang disiapkan Pemkot Makassar.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, mengatakan keberadaan ranch tersebut penting untuk memastikan sapi mendapatkan pakan yang lebih terkontrol sekaligus mencegah ternak mengonsumsi sampah yang berisiko.

"Makanya kita siapkan lokasi seperti kandang. Sampah organiknya hasil pemilahan sampah dari rumah warga dan pasar bisa menjadi pakan sapi," kata Appi, Kamis (17/9/2026).

Lokasi TPA tersebut menjadi bagian dari upaya melokalisasi ratusan sapi agar tidak lagi berkeliaran dan mengonsumsi sampah campuran di area timbunan.

Penataan sapi menjadi salah satu bagian dari pembenahan menyeluruh TPA Tamangapa. Tujuannya, memastikan ternak tidak kembali berkeliaran dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Menurut Munafri, penataan kawasan gunungan sampah TPA tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemeliharaan sapi, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi ruang transaksi ternak.

Dengan begitu, pemilik sapi tidak lagi harus membawa ternaknya ke luar kawasan untuk diperjualbelikan atau menjajakan di pinggir jalan.

"Disini TPA dekat rumah potong hewan (RPH). Ini nanti bisa dijadikan ruang transaksi. Kalau mau beli sapi, transaksinya bisa di sini. Tinggal dilihat mana yang cocok," ujarnya.

Appi berharap pola tersebut dapat memberikan keuntungan yang lebih maksimal bagi para pemilik sapi.

Sebab, ketika ternak sudah ditempatkan secara terpusat, kebutuhan pakan dan pemeliharaan dapat dihitung serta dikelola dengan lebih baik.

Dia juga meminta agar kebutuhan pakan sapi dihitung secara cermat oleh pihak PD Pasar dan DLH. Termasuk memastikan seluruh ternak yang masih berkeliaran dapat secara bertahap masuk ke kawasan ranch.

"Dihitung benar-benar berapa pakan, berapa yang harus disiapkan. Harus memastikan kebutuhan pakannya tercukupi ternak sapi setiap hari," imbuh mantan CEO PSM itu.

Ke depan, area makan sapi juga akan ditata menggunakan permukaan yang mudah dibersihkan sehingga kebersihan kawasan dapat lebih terjaga.

"Kalau kandangnya di sini, kita bisa pastikan kebutuhannya, termasuk pakannya, tercukupi. Nanti beberapa area makannya di-paving, supaya gampang dibersihkan," jelas Appi.

Dengan berbagai langkah nyata dilakukan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, perlahan wajah lama TPA mulai ditinggalkan.

Pemkot Makassar mendorong pengelolaan kawasan tersebut menuju sistem yang lebih tertata dan mengarah pada konsep sanitary landfill.

Pembenahan tidak hanya menyentuh timbunan sampah, tetapi juga sistem pengelolaan air lindi. Tapi, pengolahan air lindi terus diperkuat melalui pemanfaatan teknologi EcoTru dan penambahan unit pengolahan.

Saluran dan alur pengelolaan juga ditata agar air lindi tidak meluap dan berpotensi masuk ke wilayah permukiman masyarakat.

Di area timbunan, sejumlah pipa juga telah dipasang untuk mengalirkan dan mengelola gas metana yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah.

Appi mengatakan perubahan tersebut menjadi bagian penting dalam mengubah pola pengelolaan TPA agar dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar dapat semakin dikendalikan.

"Dulu TPA itu identik dengan sampah berserakan. Sekarang sudah ada penataan. Pada saat pembuangan, air lindi harus kita aman," katanya.

Menurutnya, pembenahan TPA tidak bisa hanya mengandalkan perbaikan di lokasi pembuangan akhir.
Pengurangan beban TPA juga harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Karena itu, masyarakat diharapkan untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah, terutama memisahkan sampah organik dan anorganik.

"Semakin sedikit sampah yang masuk ke TPA, semakin ringan pula beban sehingga kondisi TPA terlihat tertata," tutup Appi. (*)