JAKARTA, BUKAMATANEWS - Di tengah belum ditemukannya lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, solidaritas insan pers terus mengalir. Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar doa bersama untuk mendoakan keselamatan seluruh awak kapal yang hingga kini masih dalam pencarian.
Doa bersama tersebut berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB di kawasan Pos Polisi Bundaran HI, Jakarta, Jumat (11/9/2026) malam.
Ketua Umum PFI Dwi Pambudo mengatakan, doa bersama menjadi bagian dari ikhtiar sekaligus bentuk dukungan moral bagi keluarga para jurnalis dan kru kapal yang tengah menanti kabar.
Ia berharap proses pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan segera menemukan titik terang.
"Semoga mendapatkan titik terang dari pencarian hari ini. Semoga doa-doa dari masyarakat, doa-doa dari kawan-kawan insan pers bisa ada titik terang," ujar Dwi dalam sambutannya.
Menurut Dwi, para jurnalis yang berada di lokasi menjalankan tugas peliputan untuk kepentingan publik. Karena itu, PFI berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada keluarga serta seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pencarian.
"Pewarta Foto Indonesia tetap berjuang teguh kepada komitmen kepada keluarga juga kepada masyarakat atas doa dan dukungan untuk kepentingan kita bersama. Yang meliput di Krakatau, kami percaya ini untuk kepentingan masyarakat, untuk tegaknya demokrasi," tegasnya.
Dwi juga menekankan bahwa lima jurnalis bersama tiga awak kapal menjalankan tugas dengan membawa misi kemanusiaan dan kepentingan masyarakat.
"Teman-teman jurnalis yang meliput beserta tiga awak semuanya adalah untuk kemanusiaan, untuk kepentingan kita bersama," tuturnya.
Sekretaris Jenderal PFI Galih Pradipta menambahkan, doa bersama merupakan bentuk dukungan moral kepada keluarga sekaligus ikhtiar bersama agar proses pencarian diberikan kelancaran.
"Kami mengharapkan kehadiran rekan-rekan untuk memohon agar Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan kepada keluarga dan kerabat, juga sebagai bentuk ikhtiar agar semuanya diberikan jalan yang terbaik," ujar Galih.
Lima jurnalis, seorang kapten kapal, dan dua anak buah kapal (ABK) dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) sore. Mereka sebelumnya berada di perairan Selat Sunda untuk menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Tim SAR Gabungan hingga kini masih melakukan pencarian dengan memperluas area operasi di sekitar lokasi terakhir kapal diketahui.
Namun, hingga Jumat (11/9/2026), keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut belum diketahui.
Di tengah upaya pencarian yang terus dilakukan, doa dan dukungan dari keluarga, masyarakat, serta insan pers menjadi harapan agar seluruh korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.
BERITA TERKAIT
-
Hari Keempat Pencarian 5 Jurnalis Hilang, SAR Sisir Pulau Sebesi hingga Pulau Umang
-
Menanti Keajaiban di Selat Sunda: Cerita Istri Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau
-
8 Orang Hilang di Selat Sunda, Ini Sosok 5 Jurnalis yang Dicari Tim SAR
-
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Soetta dan Halim Masih Ditutup
-
PFI Makassar Salurkan Bantuan Sembako ke Panti Asuhan dan Rumah Singgah