Redaksi : Kamis, 10 September 2026 19:08

TAKALAR, BUKAMATANEWS — Pemerintah Kabupaten Takalar mendorong aparatur sipil negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mulai memikirkan perlindungan serta masa depan finansial sejak masih berada di usia produktif.

Langkah tersebut ditandai dengan kerja sama Pemkab Takalar bersama PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Kerja sama tersebut diteken di Mercure Hotel Makassar, Jalan AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Rabu (9/9/2026). Penandatanganan dihadiri Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama jajaran Pemkab Takalar serta perwakilan PT Taspen dan Taspen Life.

Bagi Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, perlindungan masa depan tidak seharusnya baru dipikirkan ketika seorang pegawai mendekati masa pensiun. Perencanaan justru perlu dimulai sejak awal karier.

Pemkab Takalar saat ini memiliki sekitar 3.900 ASN dan PPPK. Jumlah tersebut dinilai menjadi potensi sekaligus sasaran penting untuk memperluas pemahaman mengenai perlindungan dan perencanaan masa depan.

“Sekitar 3.900, kurang lebih 4.000. Ini menjadi potensi market daripada Taspen,” ujar Daeng Manye.

Ia menilai masih diperlukan sosialisasi yang lebih masif agar para aparatur memahami manfaat perlindungan sekaligus pentingnya menyiapkan kondisi keuangan untuk masa purnabakti.

Daeng Manye mengusulkan sosialisasi dilakukan secara berjenjang, dimulai dari pejabat dan kemudian diteruskan kepada pegawai di bawahnya.

“Langkah taktis dan teknisnya itu sosialisasi kepada pejabat dulu, ketuk tular, terus ke bawah,” katanya.

Menurutnya, kelompok ASN dan PPPK berusia muda justru perlu menjadi perhatian. Aparatur yang baru memasuki dunia kerja, termasuk mereka yang berusia di bawah 30 tahun, dinilai memiliki waktu lebih panjang untuk mempersiapkan masa depan.

“Yang kelahiran 2000-an, yang masih umur 25, di bawah 30, itu diajak sekalian,” ujarnya.

Tak Hanya Soal Perlindungan, Data Kepegawaian Juga Diperkuat

Selain mendorong kesadaran aparatur mengenai perencanaan masa depan, Daeng Manye menekankan pentingnya pembenahan dan validasi data ASN serta PPPK.

Menurutnya, data kepegawaian yang akurat menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan program perlindungan dan administrasi berjalan dengan baik.

“Ketika sudah Taspen, database-nya valid, setiap bulan juga harus dipotong. Ini juga bentuk validasi data ke dalam, ini penting,” jelasnya.

Ia berharap kerja sama dengan Taspen Life tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dilanjutkan dengan sosialisasi dan implementasi yang jelas di lingkungan Pemkab Takalar.

Bagi pemerintah daerah, peningkatan kesejahteraan aparatur juga berkaitan dengan kualitas pelayanan publik. Aparatur yang memiliki kepastian mengenai perlindungan dan masa depan diharapkan dapat bekerja lebih tenang dan fokus menjalankan tugas pemerintahan.

“Bagi kami di Pemda, manfaatnya bahwa tugas kami untuk jaminan kesejahteraan sosial ini bisa terselesaikan,” tutur Daeng Manye.

Kerja sama Pemkab Takalar dan Taspen Life tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah untuk membangun kesadaran ASN dan PPPK bahwa persiapan masa depan bukan agenda yang menunggu masa pensiun, melainkan perlu dimulai sejak seseorang masih aktif bekerja dan berada pada usia produktif.