Redaksi : Kamis, 10 September 2026 18:54

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Gelombang keresahan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) terkait persoalan energi mulai mendapat respons dari kalangan mahasiswa. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) menggelar aksi demonstrasi prakondisi di kawasan Pertigaan Jalan Pettarani-Hertasning, Kota Makassar, Kamis (10/9/2026).

Aksi tersebut berlangsung dengan sejumlah aktivitas penyampaian aspirasi. Massa secara bergantian menyampaikan orasi, sembari membakar ban dan membentangkan spanduk berisi kritik terhadap kondisi energi di Sulsel. Salah satu spanduk yang dibawa massa bertuliskan, "Sulsel Krisis Energi, Semua Karena Bahlil."

Kelangkaan BBM hingga LPG 3 Kilogram Jadi Sorotan

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sejumlah isu yang dinilai berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Mulai dari kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) hingga kesulitan masyarakat memperoleh gas LPG 3 kilogram menjadi sorotan massa.

Bagi mahasiswa, kondisi tersebut dinilai membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Mereka juga menyerukan agar persoalan energi tidak dibiarkan berlarut-larut.

Salah satu peserta aksi menyampaikan bahwa situasi yang dihadapi masyarakat Sulsel saat ini membutuhkan keterlibatan berbagai elemen untuk mengawal persoalan tersebut.

"Hari ini, Masyarakat Sulawesi Selatan sedang menghadapi berbagai persoalan, khususnya di bidang energi. Sehingga diperlukan keberanian seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa untuk terus mengawal persoalan ini," teriak orator.

Aksi Spontanitas Respons Kebijakan yang Menyengsarakan Rakyat

Di tengah berlangsungnya aksi, Panglima Besar GAM, Fajar Wasis, turut memberikan penjelasan mengenai alasan digelarnya demonstrasi prakondisi tersebut. Dikatakan Fajar, aksi kali ini muncul secara spontan sebagai respons atas sejumlah kebijakan dan persoalan yang dinilai mulai memberikan tekanan kepada masyarakat.

"Aksi prakondisi ini merupakan gerakan spontanitas, persoalan yang terjadi hari ini sudah sangat menyengsarakan rakyat Sulawesi Selatan," tegas Fajar di lokasi.

Fajar Wasis mengatakan aksi tersebut belum menjadi akhir dari gerakan mahasiswa dalam merespons persoalan yang berkembang. GAM, lanjut dia, akan melakukan konsolidasi lebih luas untuk membahas berbagai isu yang dinilai berkaitan dengan kepentingan masyarakat Sulawesi Selatan.

Ia menegaskan, setiap persoalan akan terlebih dahulu dikaji sebelum dijadikan dasar dalam menentukan sikap maupun tuntutan organisasi.

"Kami akan melakukan konsolidasi secara menyeluruh untuk merespons berbagai persoalan yang berkembang. Setiap isu akan kami kaji secara ilmiah sehingga sikap maupun tuntutan yang kami sampaikan nantinya memiliki dasar argumentasi yang kuat serta dapat dipertanggungjawabkan secara akademis," jelasnya.

Aksi prakondisi tersebut menjadi penanda bahwa persoalan energi masih menjadi perhatian mahasiswa di Sulawesi Selatan. GAM menyatakan akan membawa isu-isu yang berkembang ke dalam forum konsolidasi untuk menentukan langkah berikutnya. Kajian terhadap kebijakan pemerintah juga disebut akan menjadi bagian dari proses tersebut.

Dengan demikian, isu kelangkaan BBM dan LPG 3 kilogram berpotensi kembali menjadi bagian dari agenda mahasiswa dalam mengawal persoalan energi di Sulsel.