Redaksi
Redaksi

Jumat, 28 Agustus 2026 20:04

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar

Sempat Diimajinasikan Jadi Ketum PBNU, Nasaruddin Umar Pilih Tetap Fokus sebagai Menag

Nasaruddin menegaskan kabar pengunduran dirinya sebagai Menteri Agama tidak benar. Ia memilih tetap fokus menjalankan amanah di Kementerian Agama yang dinilainya memiliki tanggung jawab besar dan membutuhkan perhatian penuh.

BUKAMATANEWS - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar akhirnya angkat bicara soal kabar yang menyebut dirinya mundur dari jabatan Menteri Agama sekaligus dikaitkan dengan bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 NU.

Nasaruddin menegaskan kabar pengunduran dirinya sebagai Menteri Agama tidak benar. Ia memilih tetap fokus menjalankan amanah di Kementerian Agama yang dinilainya memiliki tanggung jawab besar dan membutuhkan perhatian penuh.

“Saya katanya telah mengundurkan diri sebagai Menteri Agama. Saya nyatakan bahwa itu tidak benar. Tidak pernah kami melakukan hal seperti itu,” tegas Nasaruddin.

Pernyataan tersebut disampaikan Nasaruddin untuk meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait dirinya. Ia menegaskan belum pernah mengambil langkah untuk meninggalkan posisi sebagai Menteri Agama.

Di sisi lain, Nasaruddin yang juga Rais Syuriyah PBNU menyatakan tetap memiliki perhatian terhadap Nahdlatul Ulama. Namun, untuk saat ini, ia memilih berkonsentrasi menjalankan tugas pemerintahan tanpa harus meninggalkan kepeduliannya terhadap organisasi yang menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.

“Lebih baik saya berkonsentrasi di Kementerian Agama tanpa harus meninggalkan konsen saya terhadap Nahdlatul Ulama,” kata Nasaruddin.

Sikap tersebut sekaligus menjadi penegasan Nasaruddin terkait harapan sebagian warga NU yang sempat mengimajinasikan dirinya sebagai sosok yang akan memimpin PBNU dalam Muktamar ke-35 NU.

Nasaruddin pun menyampaikan permintaan maaf kepada warga NU dari berbagai daerah yang sebelumnya berharap dirinya maju dan memimpin organisasi tersebut.

“Dengan demikian saya minta maaf kepada teman-teman dari berbagai daerah yang mungkin telah mengimajinasikan saya untuk memimpin PBNU,” ujar dia.

Muktamar ke-35 NU sendiri digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Forum tersebut menjadi momentum penting bagi Nahdlatul Ulama untuk menentukan arah organisasi sekaligus memilih kepemimpinan baru.

Nasaruddin berharap seluruh rangkaian muktamar berlangsung lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi NU maupun bangsa Indonesia.

“Mudah-mudahan muktamar ini berjalan lebih lancar dan menghasilkan hasil-hasil muktamar yang lebih baik untuk bangsa, khususnya untuk Nahdliyin,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Muktamar Ke-35 NU

Berita Populer