Redaksi : Minggu, 23 Agustus 2026 23:14
Erling Haaland gagal cetak gol saat Manchester City mengalahkan Bournemouth. (Action Images via Reuters/Jason Cairnduff)

BUKAMATANEWS - Etihad Stadium bergemuruh, tetapi bukan karena aliran gol yang deras. Minggu (23/8) malam, Manchester City harus melewati ujian paling mendebarkan di pekan perdana Liga Inggris. Melawan Bournemouth yang di atas kertas di bawah mereka, The Citizens nyaris kehilangan muka di hadapan pendukung sendiri. Skor akhir 2-1 terdengar meyakinkan, tetapi jalan menuju kemenangan itu terjal, penuh drama, dan menyisakan banyak pertanyaan.

Sejak menit pertama, City tampil menekan. Anak asuh Pep Guardiola menguasai bola, merangsek pertahanan Bournemouth, dan menciptakan peluang. Rico Lewis nyaris membuka keunggulan, tetapi kiper Djordje Petrovic sigap mengamankan gawang. Lalu, pada menit ke-13, momen yang ditunggu-tunggu: Erling Haaland berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Namun, sontekan sang predator justru melenceng—sebuah sinyal bahwa malam itu bukanlah miliknya.

Haaland terus berjuang, tetapi seperti ada kutukan di sepatunya. Dua peluang lagi di babak kedua (menit 71 dan 74) gagal dimaksimalkan. Tembakan masih lemah, arah masih melambung. Pemain yang biasanya haus gol itu terlihat frustrasi. “Malam yang sulit bagi Haaland,” begitu ringkasan yang pantas.

Di tengah dominasi City, Bournemouth justru menusuk lebih dulu. Menit 26, serangan cepat berujung umpan silang Evanilson ke tiang jauh. Marcus Tavernier, tanpa ampun, menceploskan bola ke gawang Gianluigi Donnarumma. Stadion hening. Para pemain City tertunduk. Ini bukan skenario yang mereka bayangkan di pekan pembuka.

Sepanjang laga, lini belakang City juga tidak tenang. Marc Guehi, bek tengah andalan, nyaris mencetak gol penyama di menit 52, tetapi sundulannya dari jarak dekat masih melebar. Namun, nasib berkata lain. Pada menit ke-84, saat laga hampir usai, umpan sudut Rayan Cherki menemukan kepala Guehi. Gol! 1-1. Etihad kembali bergemuruh, dan harapan hidup lagi.

Saat laga memasuki masa injury time, Josko Gvardiol melepaskan tembakan mendatar ke gawang Bournemouth. Ekstasi! Namun, wasit langsung mengangkat bendera—offside. Kecewa.

Tapi, teknologi berkata lain. Setelah pengamatan panjang melalui Video Assistant Referee (VAR), gol dianulir... lalu disahkan! Keputusan yang membuat Bournemouth lunglai dan City bernapas lega. Gol kedua itu menjadi penentu kemenangan yang sangat susah payah.

Man City memulai musim dengan tiga poin, tetapi performa ini menyimpan pekerjaan rumah besar. Haaland yang haus gol, pertahanan yang rapuh, dan ketergantungan pada set-piece menjadi catatan penting. Laga ini mengingatkan bahwa bahkan raksasa bisa terjatuh—dan bangkit dengan sedikit bantuan dari teknologi.

Susunan Pemain

Manchester City (4-2-3-1):
Donnarumma; Rico Lewis, Khusanov, Ruben Dias, Gvardiol; Anderson, Guehi; Foden, O'Reilly, Semenyo; Haaland.

Bournemouth (4-2-3-1):
Petrovic; Smith, Hill, Silva, Truffert; Cook, Scott; Rayan, Kluivert, Tavernier; Evanilson.