SELAYAR, BUKAMATANEWS - Langit Desa Appatanah, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, terlihat cerah, pagi tadi. Tapi sumur-sumur sudah mulai mengeluh. Debit air menyusut. Jerigen kosong menumpuk di teras.
Dua mobil pemadam kebakaran berwarna merah melintas pelan. Bukan untuk memadamkan api. Tangkinya penuh. Isinya, 10 ribu liter air bersih.
Jumat, 14 Agustus 2026. Hari ketika Polres Kepulauan Selayar, Pemerintah Kabupaten, dan Perumda Air Minum Tirta Tanadoang memutuskan turun gunung. Sasaran mereka satu, warga Appatanah yang sudah seminggu terakhir harus antre air.
Air Datang, Wajah Lega Kembali
Pukul 09.00 WITA, Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan, berdiri di tengah lapangan desa. Di belakangnya, dua unit Damkar Kabupaten mulai menyalurkan air ke jerigen milik warga.
Bagi Didid, ini bukan sekadar pembagian bantuan. Ini soal kebutuhan paling dasar.
"Air adalah kebutuhan dasar masyarakat. Ketika ada saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih karena kondisi kekeringan, tentu kami tidak boleh tinggal diam. Polri harus hadir," ujar Didid.
Fenomena El Niño tahun ini memang membuat sejumlah sumber air baku di Selayar turun drastis. Pelayanan air PDAM pun harus digilir. Di Appatanah, kondisinya paling terasa.
Bukan Sekali, Tapi Setiap Minggu
Yang membuat warga lega bukan hanya air yang datang hari ini. Tapi juga janji yang menyertainya.
"Ini bukan hanya kegiatan hari ini. Kami akan berupaya melaksanakannya secara berkelanjutan setiap minggu,” kata Didid.
Program Peduli Air Bersih ini akan menyasar desa-desa lain yang paling membutuhkan. Polres menggandeng Pemkab dan Perumda Tirta Tanadoang agar distribusi tidak jalan sendiri-sendiri.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten dan Perumda Tirta Tanadoang. Ini bentuk gotong royong kita untuk masyarakat," lanjutnya.
Di samping Kapolres, hadir juga Kasat Pol PP Damkar Saparuddin, Kabag Log AKP Amri, para Kasat, hingga Kepala Desa Appatanah, Marzan. Mereka ikut mengangkat selang, mengisi jerigen, dan menyapa warga satu per satu.
Lebih dari Sekadar Bantuan
Bagi warga Appatanah, 10 ribu liter itu bukan angka. Itu untuk masak, untuk mandi anak sekolah, untuk wudhu. Senyum dan ucapan terima kasih mengalir lebih deras dari air yang keluar dari selang Damkar.
Sebelum pamit, Kapolres menitipkan pesan: "Gunakan air seperlunya dan saling berbagi. Dalam kondisi seperti ini, yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi," pesannya.
Usai membagikan 10 ribu liter air untuk warga, dua mobil Damkar meninggalkan desa. Tangki kosong, tapi hati warga Appatanah hari ini penuh.
Di tengah kemarau yang panjang, kehadiran Polri dan pemerintah hari ini mengingatkan satu hal, ketika masyarakat butuh, negara memang harus datang. Bukan membawa janji, tapi membawa air.
(*)
BERITA TERKAIT
-
Kisah Iptu Yudi Wibowo, Polisi Asal Bandung yang Jatuh Cinta pada Selayar, Tiga Dekade Tak Pernah Minta Pindah Tugas
-
Kapolres Selayar Pimpin Sertijab Lima Pejabat, Lantik Kasi Humas Baru
-
Waspada Titik Panas, Selayar Siaga Hadapi Ancaman Karhutla
-
Ketika Jarak Bukan Lagi Penghalang, Layanan 110 Jadi Jembatan Warga dan Polisi di Selayar
-
Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus KLM Nurul Salsa, 14 Korban Belum Ditemukan