Redaksi : Senin, 10 Agustus 2026 16:32

JAKARTA, BUKAMATANEWS - Antusiasme rakyat Indonesia untuk menjadi saksi sejarah langsung dari halaman Istana Merdeka meledak luar biasa. Hanya dalam tempo empat hari sejak pendaftaran dibuka, lebih dari 336.000 warga mendaftar demi mengamankan tempat di Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Angka spektakuler ini jauh melampaui kapasitas awal yang disediakan panitia, yakni hanya sekitar 5.500 slot undangan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Ketua Panitia Peringatan HUT ke-81 RI, Prasetyo Hadi, menyebut fenomena "berebut kuota" ini sebagai cerminan besarnya rasa nasionalisme dan kerinduan masyarakat untuk merasakan langsung kekhidmatan detik-detik Proklamasi.

"Dari slot kurang lebih 5.500 yang kita siapkan, pendaftar selama empat hari dibuka itu mencapai di atas 336.000 pendaftar. Ini sangat menyenangkan dan membuktikan antusiasme masyarakat begitu tinggi," ujar Prasetyo saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Strategi Istana: Tambah Blok Baru dan Utamakan "Wajah Baru"

Melihat rasio pendaftar yang tidak seimbang dengan ketersediaan tempat, pemerintah bergerak cepat agar tidak melukai harapan publik. Panitia memutuskan untuk mengeksekusi dua langkah strategis:

Ekspansi Kapasitas: Panitia resmi menambah satu blok area baru dengan kapasitas ekstra sekitar 3.400 orang. Kuota tambahan ini nantinya akan didistribusikan untuk dua sesi utama, yaitu upacara pengibaran bendera pada pagi hari dan upacara penurunan bendera di sore hari.

Filtrasi Data & Prioritas Pemula: Demi azas keadilan, panitia menyaring data pendaftar secara ketat. Warga yang terverifikasi belum pernah menghadiri upacara HUT RI di Istana Merdeka pada tahun-tahun sebelumnya akan berada di garis terdepan untuk menerima undangan resmi tahun ini.

Langkah penyaringan ini diambil bukan untuk membatasi, melainkan untuk memberikan kesempatan yang sama rata kepada seluruh lapisan masyarakat di berbagai daerah. Prasetyo menegaskan bahwa masyarakat yang pernah hadir di Istana tetap dipelihara hak pendaftarannya, namun porsi terbesar tetap dialokasikan bagi mereka yang belum pernah merasakan pengalaman berharga tersebut.

Dengan adanya penambahan kapasitas dan skema prioritas ini, pemerintah berharap peringatan ulang tahun kemerdekaan tahun ini dapat dirayakan secara lebih inklusif dan berkesan bagi masyarakat luas.