Redaksi : Selasa, 04 Agustus 2026 13:59
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

JAKARTA, BUKAMATANEWS - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kebijakan pemerintah menggelontorkan dana Rp200 triliun ke sektor perbankan mulai membuahkan hasil. Salah satu indikatornya, menurut Purbaya, adalah meningkatnya penjualan kendaraan bermotor di Indonesia sepanjang 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Selasa (4/8). Ia mengatakan dana pemerintah yang disalurkan melalui Bank Indonesia ke perbankan pada September 2025 sempat menuai kritik, namun kini dinilai berhasil mendorong perbaikan permintaan di sektor otomotif.

"Di awal September 2025 saya gelontorkan Rp200 triliun uang pemerintah dari BI ke perbankan. Orang bilang enggak ada gunanya, berarti dia enggak ngerti ekonomi. Makanya kita lihat itu naik tuh, lihat trennya (penjualan otomotif) naik," kata Purbaya.

Meski demikian, ia mengaku masih terus memantau perkembangan pasar karena berharap tren pertumbuhan tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan.

"Tapi saya masih deg-degan karena saya maunya tren tumbuh terus," ujarnya.

Optimisme Purbaya sejalan dengan data penjualan kendaraan nasional pada semester pertama 2026 yang menunjukkan pemulihan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer mencapai 436.564 unit sepanjang Januari-Juni 2026. Angka tersebut meningkat 15,9 persen dibandingkan semester pertama 2025 yang tercatat sebanyak 376.707 unit.

Sementara itu, penjualan retail atau distribusi dari dealer ke konsumen juga mencatatkan pertumbuhan. Selama enam bulan pertama tahun ini, penjualan mencapai 433.848 unit, naik 10,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 392.778 unit.

Tren positif juga terjadi di pasar sepeda motor. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan penjualan lima merek anggotanya, yakni Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, dan TVS, mencapai 3.129.587 unit pada Januari-Juni 2026.

Capaian tersebut meningkat sekitar 0,8 persen dibandingkan semester pertama 2025 yang membukukan penjualan 3.104.629 unit.

Purbaya optimistis daya beli masyarakat akan terus membaik seiring meningkatnya likuiditas di sektor keuangan. Menurutnya, dukungan pembiayaan dari pemerintah diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan konsumsi, termasuk pada industri otomotif yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Ia berharap tren positif penjualan kendaraan tidak hanya bertahan pada semester pertama, tetapi terus meningkat hingga akhir tahun sehingga dapat memperkuat pertumbuhan industri otomotif sekaligus mendorong pemulihan ekonomi nasional.