MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat penerapan sistem merit di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui inovasi digital FAST ASN (Future Acceleration System for Talent). Platform ini dirancang untuk mempercepat pengelolaan talenta ASN secara terintegrasi, berbasis data, serta mendukung pengisian jabatan strategis yang lebih objektif, transparan, dan sesuai kebutuhan organisasi.
Inovasi tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kinerja.
FAST ASN menghadirkan ekosistem digital yang mengintegrasikan penguatan kualitas data ASN melalui Klinik Data Regional dengan fitur unggulan Bursa Talenta. Melalui fitur ini, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dapat melakukan mobilisasi dan akuisisi talenta terbaik lintas instansi secara lebih cepat, akurat, dan berbasis kompetensi.
Dengan sistem tersebut, pengisian jabatan strategis diharapkan tidak lagi semata-mata berdasarkan kebutuhan administratif, tetapi mempertimbangkan rekam jejak, kompetensi, potensi, dan kinerja ASN.
Komitmen Pemprov Sulsel dalam membangun manajemen talenta mendapat apresiasi dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan Arif Fakrulloh, saat menghadiri Ekspose Manajemen Talenta Instansi Pemerintah Wilayah Sulawesi Selatan.
Menurut Prof. Zudan, Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah terdepan dalam implementasi manajemen talenta ASN, bahkan menjadi pelopor di kawasan Indonesia Tengah dan Timur.
Ia juga mengapresiasi keberhasilan Pemprov Sulsel yang mampu mendorong 11 pemerintah kabupaten/kota mempercepat penerapan manajemen talenta di daerah masing-masing.
"Ada dua apresiasi kami kepada Sulsel. Pertama, Provinsi Sulawesi Selatan merupakan generasi pertama di Indonesia Tengah dan Timur yang menerapkan manajemen talenta. Tidak banyak provinsi yang mampu seperti Sulsel dalam memahami pentingnya manajemen talenta. Ke depan, ketika sistem ini semakin matang, proses menyiapkan kader pemimpin birokrasi akan menjadi jauh lebih mudah," ujar Prof. Zudan.
Sementara itu, Kepala BKD Provinsi Sulawesi Selatan, Erwin Sodding, menegaskan FAST ASN merupakan inovasi yang memperkuat implementasi sistem merit melalui pengelolaan talenta yang lebih kolaboratif, adaptif, dan berbasis data.
Menurutnya, keberadaan Bursa Talenta memungkinkan setiap instansi memperoleh ASN terbaik sesuai kebutuhan organisasi tanpa mengabaikan prinsip objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas.
"FAST ASN menjadi instrumen untuk mempercepat mobilitas talenta ASN lintas instansi. Melalui Bursa Talenta dan penguatan kualitas data, setiap PPK dapat memperoleh talenta terbaik sesuai kebutuhan organisasi secara objektif, transparan, dan akuntabel. Kami optimistis inovasi ini akan mendukung Sulawesi Selatan sebagai daerah percontohan nasional dalam penerapan manajemen talenta ASN," kata Erwin, Selasa (28/7/2026).
Melalui implementasi FAST ASN, Pemprov Sulsel menargetkan terciptanya ekosistem manajemen talenta yang mampu mempercepat pengisian jabatan strategis, meningkatkan kualitas kepemimpinan birokrasi, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, efektif, dan berorientasi pada hasil.
BERITA TERKAIT
-
Pemprov Sulsel Siap Dinilai Ombudsman, Tiga OPD Jadi Lokus Penilaian Pelayanan Publik
-
Sambut Tim Asesor UNESCO, Gubernur Sulsel Minta Pendampingan Tingkatkan Daya Tarik Maros Pangkep
-
Fatmawati Rusdi Kukuhkan 241 Pramuka Garuda Kwarcab Makassar
-
Hari Mangrove Sedunia 2026, Pemprov Sulsel Ajak Kolaborasi Percepat Pemulihan Ekosistem Mangrove
-
Rehabilitasi di Balombong Toraja Utara Dimulai, Gubernur Sulsel Minta Dukungan Masyarakat