Redaksi : Senin, 27 Juli 2026 15:15

PAREPARE, BUKAMATANEWS — Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menegaskan bahwa menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan sekadar kebanggaan atau tugas seremonial saat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari itu, Paskibraka merupakan amanah untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Tasming saat membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Paskibraka Tingkat Kota Parepare Tahun 2026 di Auditorium BJ Habibie, Senin (27/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Tasming didampingi Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto Pasennangi, dan Sekretaris Daerah Kota Parepare, Amarun Agung Hamka.

Di hadapan para peserta, Tasming menekankan bahwa keberhasilan seorang Paskibraka tidak cukup diukur dari ketepatan gerakan, kekompakan barisan, atau kesempurnaan dalam mengibarkan Sang Merah Putih. Kualitas karakter, etika, dan moral juga menjadi bagian penting yang harus melekat dalam diri setiap anggota.

Menurutnya, pendidikan dan pelatihan Paskibraka harus menjadi momentum bagi para peserta untuk membangun fondasi kepribadian yang kuat, baik selama menjalankan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“Etika mengajarkan kita bagaimana bersikap santun, menghormati orang lain, menaati aturan, dan menjaga disiplin. Sementara moral adalah kompas batin yang membimbing kita untuk tetap memilih jalan yang benar, bahkan ketika tidak ada seorang pun yang melihat,” ujar Tasming.

Ia menegaskan, integritas sejati tercermin ketika perkataan sejalan dengan tindakan dan kejujuran tetap dijaga dalam berbagai situasi.

Tiga Nilai Utama yang Harus Dipegang

Dalam pembekalan tersebut, Tasming menanamkan tiga nilai utama yang harus menjadi pegangan para calon Paskibraka, yakni integritas, disiplin, dan jiwa korsa.

Pertama, integritas: Para peserta diminta menjunjung tinggi kejujuran, menjaga harga diri, serta tidak mengorbankan prinsip demi kepentingan sesaat. Integritas, menurut Tasming, merupakan fondasi penting untuk membangun kepercayaan dan membentuk pribadi yang bertanggung jawab.

Kedua, kedisiplinan: Para calon Paskibraka diingatkan agar menghargai waktu, mematuhi aturan, dan mengikuti seluruh rangkaian latihan dengan sungguh-sungguh. Disiplin bukan hanya diperlukan saat menjalani pelatihan, tetapi juga harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, jiwa korsa: Tasming mendorong peserta membangun rasa persaudaraan, saling menghormati, dan saling menguatkan. Kekompakan tim harus dibangun dengan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Ketiga nilai tersebut dinilai menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan sekaligus mengambil peran positif di lingkungan masing-masing.

Tanggung Jawab Tak Berakhir Saat Seragam Dilepas

Tasming juga mengingatkan bahwa tanggung jawab anggota Paskibraka tidak berhenti setelah tugas pengibaran bendera selesai atau ketika seragam latihan tidak lagi dikenakan.

Para peserta tetap membawa nama baik diri sendiri, keluarga, sekolah, organisasi, dan Kota Parepare di mana pun berada.

Karena itu, ia meminta calon Paskibraka menjaga perilaku, tutur kata, serta etika pergaulan, termasuk ketika beraktivitas di media sosial.

Menurutnya, ruang digital harus dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan positif, berbagi inspirasi, dan membangun komunikasi yang sehat. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam menyampaikan informasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembentukan karakter harus berlangsung secara konsisten, bukan hanya selama mengikuti pendidikan dan pelatihan.

Di akhir pembekalan, Tasming berharap seluruh peserta mampu mengikuti setiap tahapan diklat dengan penuh kesungguhan dan mengamalkan Tri Bakti Paskibraka dalam kehidupan sehari-hari.

Ia ingin para calon Paskibraka tumbuh menjadi generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan dan kedisiplinan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kebangsaan, kepedulian, serta tanggung jawab sosial.

Melalui pendidikan dan pelatihan tersebut, Pemerintah Kota Parepare berharap lahir generasi muda yang mampu menjadi kebanggaan daerah sekaligus berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Bagi Tasming, kehormatan menjadi Paskibraka harus dibuktikan melalui sikap dan tindakan nyata. Integritas, disiplin, dan jiwa korsa diharapkan tidak berhenti sebagai materi pelatihan, melainkan menjadi prinsip yang terus dipegang setelah para peserta kembali ke lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.