Redaksi : Sabtu, 25 Juli 2026 16:00

SIDRAP, BUKAMATANEWS - Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman tokoh Muhammadiyah Kabupaten Sidenreng Rappang, Drs. H. Ahyaruddin Hakim, M.A.P., yang wafat pada Sabtu (25/7/2026). Di tengah ribuan pelayat yang mengiringi kepergian almarhum, satu momen menyita perhatian.

Bupati Sidenreng Rappang, H. Syaharuddin Alrif, memilih mengemudikan sendiri mobil ambulans yang membawa jenazah almarhum menuju Pekuburan Muhammadiyah LT Salo, Rappang.

Tindakan tersebut bukan sekadar bentuk penghormatan dari seorang kepala daerah, melainkan ungkapan rasa hormat dan terima kasih seorang murid kepada guru yang dinilainya telah memberi banyak pelajaran dan membentuk perjalanan hidupnya di Muhammadiyah.

Usai prosesi pemakaman, Syaharuddin Alrif mengaku kepergian Ahyaruddin Hakim merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga dan Persyarikatan Muhammadiyah, tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang.

"Beliau bukan hanya tokoh Muhammadiyah, tetapi juga guru yang mendidik, membina, dan mengkader saya. Mengantar beliau ke tempat peristirahatan terakhir dengan mengemudikan ambulans adalah bentuk penghormatan dan rasa terima kasih saya kepada seorang guru yang telah banyak berjasa dalam kehidupan saya," ujar Syaharuddin.

Ia juga mendoakan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Almarhum Ahyaruddin Hakim dikenal luas sebagai salah satu tokoh Muhammadiyah yang mendedikasikan hidupnya untuk dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Selain pernah menjabat sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sidenreng Rappang periode 2018–2023, ia juga merupakan dosen Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) yang aktif membimbing mahasiswa dan melahirkan kader-kader muda Muhammadiyah.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, Persyarikatan Muhammadiyah, sivitas akademika UMS Rappang, Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang, serta masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok sederhana, amanah, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan serta pelayanan umat.

Sejumlah pelayat mengaku tersentuh melihat Bupati Sidrap mengemudikan langsung ambulans yang membawa jenazah gurunya. Bagi mereka, tindakan tersebut mencerminkan penghormatan kepada seorang pendidik yang telah mengabdikan hidupnya untuk membina generasi dan melayani masyarakat.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat diiringi doa dari keluarga, sahabat, kolega, serta warga Muhammadiyah yang hadir memberikan penghormatan terakhir.

Meski telah berpulang, dedikasi dan keteladanan Ahyaruddin Hakim diyakini akan terus hidup melalui ilmu, nilai-nilai, serta pengabdian yang diwariskannya kepada generasi penerus.